Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Cek Fakta: Gempa Bumi 9,5 SR Guncang Pacitan? Begini Penjelasan BPBD

Nur Cahyono • Rabu, 28 Februari 2024 | 23:12 WIB

 

HOAKS: Tangkapan layar konten hoaks yang menyebutkan Pacitan dilanda gempa 9,5 SR. (TIKTOK)
HOAKS: Tangkapan layar konten hoaks yang menyebutkan Pacitan dilanda gempa 9,5 SR. (TIKTOK)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Ramalan gempa bumi megatrust yang disebut bakal terjadi di Pacitan santer beredar di media sosial. Hal ini membuat masyarakat Pacitan resah.

Konten yang kini ramai diperbincangkan publik adalah unggahan konten akun tiktok @arta.dirja. Postingan yang dia ungga menarasikan ramalan gempa bumi megatrust di barat daya Pacitan.

"Siap pantauan akhir barat daya Pacitan, magnitudo 9.3-9.5," tulis akun tiktok tersebut dalam salah satu unggahan videonya.

Menanggapi hal ini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko menegaskan bahwa ramalan tentang megatrust adalah hoaks.

Menurutnya, masyarakat harus cek dan ricek sebelum menyimpulkan informasi, apalagi seputar ancaman gempa bumi.

Masyarakat harus berpedoman pada informasi dari lembaga resmi. "Jangan percaya dahulu, tanyakan dahulu kepada yang berwenang BPBD atau BMKG, " jelasnya.

Keresahan masyarakat, lanjut Erwin, sudah direspon oleh BMKG melalui press release.

Bahwa benar, Indonesia sebagai wilayah yang aktif gempa bumi, memiliki potensi gempa yang dapat terjadi kapan saja dalam berbagai kekuatan.

Namun hingga kini belum ditemukan teknologi yang bisa memprediksi gempa bumi dengan akurat, baik waktu, tempat, maupun magnitudonya.

Berdasarkan kajian para ahli, zona megatrust selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimal 8,8 SR.

Namun, kajian ini merupakan telaah potensi, bukan ramalan ataupun prediksi. "Masyarakat tidak perlu panik, informasi yang beredar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan,'' katanya. (hyo/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#bpbd #pacitan #hoaks #gempa #cek fakta