Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sehari Dua Warga Pacitan Gantung Diri, Ada Ibu yang Tinggalkan Wasiat Menyayat Hati

Nur Cahyono • Jumat, 8 Maret 2024 | 13:00 WIB
MENGERIKAN: Surat yang ditulis Ernawati sebelum ditemukan gantung diri, Kamis (7/3). Di hari yang sama, juga ada orang bunuh diri di Kecamatan Arjosari. (POLSEK ARJOSARI)
MENGERIKAN: Surat yang ditulis Ernawati sebelum ditemukan gantung diri, Kamis (7/3). Di hari yang sama, juga ada orang bunuh diri di Kecamatan Arjosari. (POLSEK ARJOSARI)

MENGERIKAN: Surat yang ditulis Ernawati sebelum ditemukan gantung diri, Kamis (7/3). Di hari yang sama, juga ada orang bunuh diri di Kecamatan Arjosari. (POLSEK ARJOSARI)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan - Dalam sehari kemarin (7/3), terjadi peristiwa bunuh diri di wilayah Kecamatan Arjosari, Pacitan.

Pertama, seorang perempuan bernama Ernawati, 44, warga Dusun Tenggaran, Gembong, yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Diduga, putus asa karena penyakit insomnia yang diderita sejak tiga tahun terakhir tak kunjung sembuh.

Jasadnya ditemukan pertama kali oleh putranya Fuad Kurniawan sekitar pukul 05.30.

Saat bangun tidur, Fuad tidak mendapati ibunya.

Ketika ke dapur untuk membuat teh, dia menemukan selembar kertas berisi tulisan tangan ibunya.

Selanjutnya  Fuad membangunkan ayahnya yang masih tertidur untuk mencarinya.

Ketika membuka pintu dapur, dia melihat ibunya gantung diri di pohon kelengkeng belakang rumah dengan selembar kain jarit.

‘’Putra korban lalu berteriak memanggil ayahnya dan menurunkan jasad dari gantungan,’’ kata M Janki Dausat, kepala dusun setempat.

Dalam suratnya, Ernawati meminta maaf kepada keluarga.

Intinya, dia mengaku bersalah atas apa yang telah diperbuatnya. Pun kasihan suaminya yang mencari nafkah hanya untuk biaya pengobatannya.

Dia juga menuliskan pesan kepada Fuad jika seragam sekolahnya sudah dipindah ke lemarinya.

Dalam waktu hampir bersamaan, seorang laki-laki bernama Muhammad, 52, warga Dusun Sinoman, Jatimalang, juga ditemukan ngendhat.

Jasadnya diketahui pertama kali oleh Katmono, tetangga yang sedang melintas. Saat berjarak sekitar 25 meter dari pohon nangka dia melihat korban di atas pohon.

Katmono kemudian menyapa Muhammad apakah sedang mencari hijauan pakan ternak. Tapi tidak ada jawaban.

Kemudian Katmono melanjutkan jalannya.

Dari sisi berbeda dia melihat jelas jasad tetanggannya itu gantung diri di pohon nangka dengan kain jarit.

Kapolsek Arjosari Ipda Ferry Ardyanto membenarkan dua peristiwa tersebut.

Pihaknya juga tengah menyelidiki dengan memeriksa saksi-saksi dan keluarga korban serta memerintakan untuk visum.

‘’Tidak ditemukan tanda bekas luka pada tubuh korban,’’ jelasnya. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #gantung diri #Dua #arjosari