PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Setelah lima bulan zero case, penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menyerang hewan ternak di wilayah Kabupaten Pacitan.
Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat mendapat laporan tiga kasus baru muncul di Desa/Kecamatan Bandar, Pacitan.
Diduga, penyebaran PMK diawali adanya hewan ternak baru yang masuk Pacitan tanpa diketahui riwayat vaksinasinya dengan jelas.
‘’Kemudian menular ke dua ekor ternak lainnya di sekitar kandang,’’ kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan Kus Handoko, Rabu (20/3).
Dia khawatir kasus PMK akan kembali mewabah megingat masih ada hewan ternak, khususnya sapi, yang belum divaksin.
Agar kasusnya tidak semakin meluas, pihaknya melakukan pengobatan pada ternak sakit dan pemberian vitamin pada ternak di sekitar kandang.
‘’Juga vaksinasi PMK pada ternak sehat,’’ ujarnya.
Untuk menghindari peningkatan kasus baru, pihaknya mempertebal pengawasan lalu lintas perdagangan sapi di sejumlah pasar hewan.
Mengingat Pacitan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah yang terdapat cukup banyak kasus penyakit ternak.
Terutama yang masuk wilayah Pacitan.
‘’Hubungi petugas kesehatan hewan untuk segera mendapat vaksinasi dosis lengkap,’’ pintanya.
Berdasarkan data situs resmi Satgas PMK Kabupaten Pacitan, hingga saat ini total hewan ternak yang terinfeksi virus pok ini 639 ekor.
Hewan sembuh 586 ekor, mati 34 ekor, dan dipotong bersyarat 16 ekor. (hyo/sat)
Update Kasus PMK di Pacitan
- 639 ekor terinveksi
- 586 ekor sembuh
- 34 ekor mati
- 16 ekor dipotong
- 3 kasus baru muncul
Sumber: Satgas PMK Kabupaten Pacitan
Editor : Mizan Ahsani