PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pacitan akhir 2023 lalu mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Tahun ini pemerintah pusat menggelontor anggaran miliaran rupiah untuk mengatasi problem krisis air bersih yang telah menahun tersebut.
Anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tersebut, rencananya untuk perluasan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas).
Terutama di wilayah yang memiliki sumber air melimpah namun sambungan rumah (SR) masih minim.
Perluasan sistem penyedianan air minum (SPAM) dilaksanakan di sembilan desa rawan krisis air bersih.
‘’Anggaran DAK untuk sembilan paket kegiatan. Masing-masing Rp 300 juta hingga Rp 800 juta per titik,’’ kata Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Minum DPUPR Pacitan Tony Setyo Nugroho, Selasa (19/3).
Menurut Toni, anggaran SPAM tahun ini turun drastis dibandingkan 2023 yang mencapai Rp 14 miliar.
Pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan instalasi baru, penambahan sambungan rumah, dan optimalisasi.
‘’Targetnya meyasar 100 hingga 125 sambungan rumah baru per paket,’’ sebutnya.
Saat ini proyek tengah dalam tahap perencanaan sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Dana hibah itu bakal dilaksanakan dengan sistem swakelola. Target, Agustus atau September pekerjaan sudah selesai.
‘’Setelah Lebaran dimulai, saat ini tahap perencanaan,’’ jelasnya. (hyo/sat)
Perluasan SPAM dalam Angka
- 9 desa rawan krisis air bersih mendapat perluasan SPAM
- Rp 300 juta sampai Rp 800 juta per titik anggaran dari DAK
- Rp 14 miliar anggaran pembangunan SPAM tahun 2023
- 100 hingga 125 sambungan rumah baru target per paket