PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan lama tinggal atau long stay wisatawan di Pacitan.
Di antaranya membebaskan biaya masuk obyek wisata Pantai Pancer Door.
Selain menjadikan sebagai salah satu ruang terbuka publik, pemkab ingin menjadikan obyek wisata di Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, ini sebagai trigger long stay.
‘’Salah satu alasan pemerintah menggratiskan biaya masuk karena kita ingin Pancer Door bisa menjadi daya tarik dan bisa hidup sampai malam. Sehingga, berdampak pada long stay wisatawan,’’ kata Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam acara Ngobrol Bareng dengan influencer dan admin pegiat media sosial (medsos) Pacitan di Objek Wisata Pancer Door, Kamis (4/4) petang.
Pengamatan Mas Aji, sapaan bupati, lama tinggal wisatawan di Pacitan relatif rendah.
Rata-rata hanya menghabiskan waktu sehari atau dua hari. Sehingga, perlu menghadirkan sesuatu yang bisa menahan wisatawan lebih lama menginap di Pacitan.
‘’Kita punya alun-alun yang hidup hampir 24 jam dan itu biasa. Sebab, daerah lain juga punya. Tapi Pancer Door yang hidup 24 jam ini punya nilai lebih,’’ imbuhnya.
Berbagai upaya Pemkab telah dilakukan untu mempercantik Pancer Door. Di antaranya pembenahan infrastruktur.
Keunggulan lain dari objek wisata di pusat kota ini bebas biaya alias gratis tiket masuk.
‘’Pemkab menggratiskan Pancer Door tujuannya untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Pacitan,’’ sambungnya.
Kabupaten Pacitan, lanjut Mas Aji, harus siap menyongsong agenda besar pemerintah yang mewacanakan membuka jalur tol Pacitan (Jogjakarta-Lumajang).
Terbukanya akses tersebut menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan namun juga ancaman. Yakni, pasar wisata Pacitan harus bersaing dengan kabupaten tetangga. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani