Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Warga Pacitan Ini Olah Rumput Laut Jadi Keripik Berasa Gurih dan Crispy, Produknya Terjual hingga Turki

Wawan Isdarwanto • Jumat, 26 April 2024 | 17:30 WIB

TELATEN: Proses pengolahan keripik rumput laut membutuhkan ketelatenan tersendiri.
TELATEN: Proses pengolahan keripik rumput laut membutuhkan ketelatenan tersendiri.

Jawa Pos Radar Madiun - Potensi hasil laut Pacitan tidak ada habisnya untuk dieksplor. Tidak terkecuali rumput laut yang melimpah di perairan daerah setempat.

Di sektor non-pangan, rumput laut bisa diolah menjadi bahan pembuatan cat, tekstil, dan kosmetik. Sedangkan di industri pangan dapat disulap menjadi jeli, nugget, sirup, hingga yogurt.

Namun, Sarofah, warga setempat, memilih mengolah rumput laut menjadi keripik berasa gurih dan crispy. ‘’Saya pakai yang jenis ulva lactuva. Sehari bisa menghabiskan bahan baku sekitar 20 kilogram,’’ tuturnya.

Proses pembuatannya dimulai dengan membersihkan rumput laut dari kotoran yang menempel, lalu ditiriskan.

Rasa gurih dam crispy keripik rumput laut hasil olahan Sarofah berasal dari tepung yang telah dibumbui garam, penyedap, bawang putih, bawang merah, dan ketumbar.

‘’Lalu, adonan itu dicampur dengan rumput laut. Kemudian, digoreng menggunakan minyak yang banyak dan api besar agar matang sempurna. Setelah matang, ditiriskan di mesin spriner hingga kandungan minyaknya hilang dan terakhir dikemas,’’ ungkapnya.

Sarofah memproduksi keripik rumput laut dengan kemasan 25 dan 80 gram. Sedangkan varian rasanya ada original, balado, dan pedas.

Produknya pun sudah merambah berbagai minimarket dan toko oleh-oleh di Pacitan maupun dikirim ke berbagai daerah seperti Surabaya, Bali, Jakarta, Tangerang, dan Banjarmasin.

Bahkan, Sarofah pernah mendapat pesanan dari Turki. ‘’Kemasan 25 gram harganya Rp 6 ribu dan 80 gram Rp 15 ribu,’’ pungkasnya.

Salah satu desa di Pacitan yang warganya banyak membudidayakan rumput laut adalah Sidomulyo, Ngadirojo. Hasil laut itu dikembangkan di Pantai Ngaluran, desa setempat. 

Saat kemarau panjang, hasil panen rumput laut bisa mencapai belasan kilogram satu bentang. Sedangkan di musim penghujan hanya sekitar 5 kilogram.

Bentang adalah teknik budi daya rumput laut dengan bentangan tali sepanjang sekitar 15 meter di laut. Pelampungnya dari botol kemasan air mineral. 

Rumput laut bisa dipanen sebulan sejak  penanaman bibit. Pasca dikeringkan, lantas dijual ke pengepul.

Panas matahari mempersingkat proses penjemuran itu. Dari biasanya empat hari menjadi dua hari. Bobot sekitar 10 kilogram rumput laut basah, menyusut satu kilogram setelah dikeringkan.

 

(uci/isd)

Editor : Wawan Isdarwanto
#pacitan #keripik #crispy #rumput laut