PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan objek wisata Pantai Pancer Door sedang mendapat keistimewaan dari Pemkab Pacitan.
Tak sekadar ditambah sarana-prasarana baru tahun ini. Selasa (7/5), masterplan skema pengembangan jangka panjang mulai dipetakan.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Pacitan Turmudi, wisata di Ploso itu mendapat atensi khusus Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.
Destinasi pelat merah tersebut diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
‘’Akan ditambah sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya selter kuliner khas Pacitan,’’ katanya. Rabu (8/5).
Selain sebagai pusat kuliner baru di Pacitan. Pantai Pancer Door juga dijadikan pusat hiburan malam.
Sehingga, masyarakat tidak perlu bingung ketika bertamasya pada malam hari.
‘’Selama ini wisatawan bingung ketika ingin kulinera malam hari. Solusinya nanti, Pancer Door bisa menjadi jujukan,’’ ujarnya.
Kabid Analis Data Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan (ADPPP) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pembangunan (Bappedalitbang) Pacitan Abdul Malik Gusmida menambahkan, bupati minta seluruh stekaholder berbagi peran mendukung pembangunan Pancer Door secara komprehensif.
Sehingga, investasi yang masuk sustainable dengan pengembangan kawasan Pancer Door ke depan.
Seperti diketahui, investor asal Jakarta berminat membangun hotel berbintang senilai Rp 280 miliar di kawasan pantai ini.
‘’Harus balance antara kawasan destinasi wisata, budaya dan konservasi,’’ sambungnya.
Sarana penunjang bakal dibangun tahun ini. Biayanya dari dana alokasi khusus (DAK) penugasan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Sayangnya, Gusmida belum menyebut detail pembangunannya. ‘’DAK pariwisata menyebut lokus, yakni untuk penunjang Pancer Door,’’ ungkapnya.
Sebelumnya, Mas Aji –sapaan bupati Pacitan– begitu mengelu-elukan Pancer Door sebagai destinasi yang dapat menjadi trigger long stay wisatawan di Pacitan. Harapan itu dibuktikan dengan menggratiskan tiket masuk ke kawasan pantai Pancer Door. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani