Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pilkada Pacitan Mengerucut, Bakal Tersaji Duel Poros Demokrat Versus Poros Golkar?

Nur Cahyono • Senin, 13 Mei 2024 | 23:43 WIB

 

Ilustrasi pilkada serentak (JAWAPOS.COM)
Ilustrasi pilkada serentak (JAWAPOS.COM)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kontestasi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Pacitan 2024 kian dinamis. Sejumlah nama bakal calon bupati-wakil bupati sudah bermunculan.

Di antaranya bupati Pacitan petahana Indrata Nur Bayuaji, wakil bupati incumbent Gagarin, Rakhman Wijayanto, caleg terpilih Pileg 2024, ketua DPRD Ronny Wahyono dan Mohamad Toha, pengasuh Pondok Pesantren An Nur Punung.

Berikut gambaran kekuatan masing-masing figur. Indrata Nur Bayuaji juga menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Pacitan.

Di bawah kepemimpinannya Partai Demokrat berhasil menambahan kursi di DPRD Pacitan dari 14 menjadi 18 kursi.

Mas Aji, sapaan akrabnya, juga didukung delapan  parpol parlemen dan non-parlemen. Yakni, Gerindra, PPP, Hanura, PAN, Garuda, PSI, Perindo dan PKN.

Delapan parpol ini juga menyatakan dukungannya kepada Rakhman Wijayanto, sebagai balon wabup pendamping Mas Aji.

Rakhman tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) peraih suara terbanyak dalam Pileg 2024 kemarin.

Mantan kepala desa ini juga didukung seluruh Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Demokrat se-Kabupaten Pacitan.

Kemudian Gagarin. Dukungan kader dan Golkar ini relatif menurun.

Itu bisa dilihat dari hasil Pileg 2024. Yakni, tujuh kursi di DPRD Pacitan, Sedangkan hasil Pileg 2019 menempatkan sembilan kursi.

Namun, kekuatan Ketua DPD Golkar Pacitan itu diperkirakan akan bertambah jika sukses membangun poros koalisi dengan PDI, PKB, Nasdem dan PKS.

Sebagai gambaran, PDIP punya enam kursi  di DPRD. Lalu PKB dengan lima kursi. Sementara PKS dan Nasdem masing-masing memperoleh dua kursi. Namun, kekuatan dukungan sangat mungkin berubah.

Baca Juga: Pecah Kongsi dengan Aji, Golkar Ajukan Gagarin sebagai Bacabup Pacitan

Mengingat politik selalu bergerak dinamis. Apalagi proses pencalonan dan pemilihan masih beberapa bulan. Sehingga, ruang untuk konsolidasi dan meraih simpati dukungan rakyat sangat terbuka.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono. Sosok ini empat periode duduk di kursi DPRD. Kekuatannya masih berpotensi bertambah dari di luar daerah pimilihan (dapil)-nya.

Nama terakhir yang sudah muncul adalah M. Toha. Eks Caleg DPR RI PKS itu mendapat 1.287 suara di Pileg 2024.

Kekuatan Toha pun masih berpotensi bertambah apabila mampu membangun dukungan.

Menurut pengamat politik Pacitan Imam Haryono, jika kedua poros tersebut berhadapan, Pilkada Pacitan bakal sengit.

Yakni, Poros Demokrat yang didukung 180. 273 suara versus Poros Golkar yang didukung 167.095 suara.

‘’Jika poros koalisi tersebut terbentuk, Poros Demokrat masih unggul,’’ katanya kemarin (12/5).

Namun, Imam menambahkan, kontestasi pilkada berbeda dengan pileg. Dia tunjuk contoh Pemilu Presiden (Pilpres) dengan Pileg 2024 kemarin.

Anomali perolehan suara PDIP dalam pileg kontradiktif dengan perolehan suara paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam pilpres. 

Yakni, suara Ganjar terbawah dibanding paslon lain. Namun, perolehan suara PDIP berada di posisi teratas dibanding partai lain dalam pileg.

‘’Di pilkada nanti semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk seperti pada pilpres,’’ jelas Ketua Dewan Harian Cabang Badan Pemberdayaan Kejuangan (DHC BPK) 45 Pacitan ini. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #pilkada #pecah kongsi #gagarin #koalisi #Golkar #bupati #Indrata Nur Bayuaji #poros #Wabup #Demokrat