PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan - SMP PGRI Tegalombo, Pacitan, dipastikan tutup mulai tahun ajaran baru ini.
Sebab, sudah tidak ada lagi siswa baru yang mendaftar dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu.
Sekolah swasta di Jalan Kasihan-Ketro ini sepi. Pun sudah tak berpenghuni.
Beberapa ruang kelas dibiarkan terbuka dan kosong.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Budiyanto mengungkapkan alasan sekolah itu ditutup.
Selain fasilitasnya yang pas-pasan dan jumlah gurunya terbatas, lembaga di bawah naungan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI itu juga kekurangan murid setiap tahun.
‘’Per 1 Januari 2024 izin operasionalnya tidak diperpanjang,’’ katanya, Rabu (15/5).
Menurut Budi, kendala terbesar SMP PGRI Tegalombo adalah persaingan dengan sekolah lain, termasuk dengan sekolah negeri.
Menurut dia, sekolah negeri yang menawarkan pendidikan gratis menjadi daya tarik bagi orang tua.
‘’Juga terlanjur dipandang masyarakat sebagai sekolah limpahan dari sekolah negeri,’’ ujarnya.
Data Dindik Pacitan menyebutkan, ada 71 lembaga SMP negeri dan swasta di kabupaten ini.
Jumlah ini semakin berkurang. Dia menduga sekolah swasta yang gulung tikar kesulitan manajerial.
Pun kalah bersaing dengan pondok pesantren yang lebih mengutamakan pendidikan agama modern.
‘’Untuk menghindari sekolah kekurangan murid, sistem zonasi yang sudah berjalan empat tahun ini akan disempurnakan,’’ jelasnya. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani