Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Disambati Banyak Nelayan, Pengelola Dermaga Tamperan Pacitan Panggil Pemilik Kapal Karam

Hengky Ristanto • Minggu, 2 Juni 2024 | 02:00 WIB
BIKIN SUSAH: Para nelayan di PPP Tamperan Pacitan kesulitan keluar-masuk jalur ke kolam labuh lantaran ada bangkai kapal karam yang sejak akhir tahun belum juga dievakuasi. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
BIKIN SUSAH: Para nelayan di PPP Tamperan Pacitan kesulitan keluar-masuk jalur ke kolam labuh lantaran ada bangkai kapal karam yang sejak akhir tahun belum juga dievakuasi. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Setelah berbulan-bulan, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan, Pacitan, mengambil sikap.

Mereka akhirnya memanggil pemilik kapal purse seine yang karam di kolam labuh PPP Tamperan.

Menurut Kepala Seksi Pelayanan Teknis Pelabuhan UPT PPP Tamperan Raden Agus Prawirotomo, kapal berukuran 30 gros ton tersebut milik pengusaha asal Pelabuhan Pantai Sadeng, Jogjakarta.

‘’Keluarga pemilik kapal sudah berkunjung ke Pacitan dan mencari masyarakat yang bisa mengevakuasi bangkai kapal tersebut,’’ katanya kemarin (30/5).

Raden menambahkan, pihaknya telah tiga kali melayangkan surat peringatan.

Yakni  tertanggal 30 Maret, 30 April dan terakhir 15 Mei 2024 lalu.

Namun hingga kini surat peringatan yang dilayangkan tidak digubris pemilik kapal.

‘’Kami terus kejar-kejar pemilil kapal. Sebab, sangat mengganggu jalur keluar-masuk kapal nelayan di kolam labuh Pelabuhan Tamperan,’’ tambahnya.

Diberitakan sebelumnya kapal slerek itu terdampar di kolam labuh Pelabuhan Tamperan.

Kapal miliki Ayuk ini tak kunjung dievakuasi setelah terdampar sejak akhir tahun lalu.

Keberadaan bangkai kapal dikeluhkan para nelayan karena mengganggu aktivitas jalur keluar masuk kapal lainnya. (hyo/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #tamperan #kapal