PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Pacitan menggelar bersih-bersih di sepanjang Pantai Pancer Door, Selasa (11/6).
Namun, aksi bersih-bersih sampah bertajuk ‘Coastal Clean Up’ ini tampaknya perlu diperluas jangkauannya.
Salah satunya, di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tamperan yang notabene di bawah pengelolaan Pemprov Jatim sendiri.
Sebab, di lokasi tersebut masih ditemukan aksi buang sampah sembarangan.
Setiap hari, motor roda tiga hilir mudik mengangkut dan membuang sampah di kawasan pelabuhan tersebut.
Sampah-sampah dibungkus kantong plastik berserakan di pinggir pantai.
Sehingga pelabuhan perikanan terbesar dan tersibuk di Pacitan ini bak tempat pembuangan sampah (TPS).
‘’Kalau melihat aksi buang sampah sembarangan diviralkan saja,’’ kata Kepala DLH Kabupaten Pacitan Cicik Raudlatul Jannah.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) tingkat Jatim tahun ini difokuskan di Pacitan.
Aksi bersih pantai tersebut diikuti ratusan peserta, mulai dari pelajar, mahasiswa, tokoh masyarakat peduli lingkungan, hingga anggota TNI/Polri.
Mereka memadati kawasan pesisir sejak pagi mengenakan pakaian olahraga untuk membersihkan sampah pantai di wilayah kota tersebut.
Peserta aksi membawa kantong plastik besar warna hitam, dan berjalan memunguti sampah. Dalam waktu singkat, sepanjang pantai terlihat bersih dan rapi.
Menurut Kepala DLH Jawa Timur Jempin Marbun, pemilihan Pacitan sebagai lokasi kegiatan tersebut sudah melalui tahapan yang matang.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan semua pihak dalam mengelola lingkungan.
‘’Ini kan sampah-sampah kiriman. Yang paling utama kita tuntaskan di hulunya. Jadi kita perlu kerja sama agar Pacitan makin bersih lagi,’’ ujarnya.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi aksi tersebut.
Pun menilai sebagai tanda masyarakat masih peduli lingkungan sekitar, terutama dalam persoalan sampah.
Dia berharap kesadaran mengelola sampah akan semakin meningkat.
‘’Pengelolaan sampah harus dimulai dari keluarga. Jika semua sudah peduli, sadar, insya Allah semakin ke hilir semakin mudah penanganannya,’’ terang Mas Aji, sapaan bupati. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani