Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Nasib 1.800 Guru Mapel PAI Terkatung-katung, Begini Penjelasan DPRD

Nur Cahyono • Minggu, 23 Juni 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi guru mengajar di kelas (FREEPIK)
Ilustrasi guru mengajar di kelas (FREEPIK)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Nasib ribuan guru mata pelajaran (mapel) pendidikan agama Islam (PAI) SD dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan terkatung-katung.

Meskipun sudah lulus seleksi pretest, namun mereka belum bisa mengikuti pendidikan profesi guru dalam jabatan (PPG Daljab).

Ini terungkap saat penyampaian pandangan akhir gabungan komisi DPRD dalam pembahasan Raperda Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD Pacitan 2023, pekan lalu.

Total jumlah guru mapel PAI SD dan SMP 2.559 orang.

Dari jumlah tersebt 1.800 di antaranya belum mengikuti PPG Daljab.

Selain itu, masih ada 295 guru mapel PAI yang belum bersertifikat pendidik (Berserdik).

‘’Kami berharap dinas pendidikan segera mencari jalan keluarnya,’’ kata Juru Bicara Gabungan Komisi DPRD Pacitan Hariyawan.

PMB UNS Kampus Madiun
PMB UNS Kampus Madiun

Untuk mengatasi problem tersebut, sejatinya telah dilakukan penganggaran secara bertahap sesuai petunjuk teknis (juknis) yang dibiayai APBN dari DIPA Kemenag.

Peserta PPG mapel PAI yang lulus seleksi tiga tahun terakhir baru 27 orang.

Perinciannya, pada tahun 2021 tercatat 7 peserta, tahun  2022 ada 10 peserta dan tahun 2023 lalu 10 perserta.

‘’Maka mohon untuk tetap menganggarkan sesuai partisipasi pembiayaan PPG,’’ pintanya.

Legislatif berharap agar guru mapel PAI yang sudah ikut pretest bisa ikut PPG.

Sehingga, bisa mendapat tunjangan sertifikasi.

Sebab, tunjangan sertifikasi ini dapat memotivasi guru dalam mengajar siswa. ‘’Pendidikan agama sangat penting sebagai bekal siswa sejak dini,’’ jelasnya. (hyo/sat)

Guru Mapel PAI SD-SMP

 

Editor : Mizan Ahsani
#dprd #guru #pai #pendidikan agama #paripurna #mapel #islam #Nasib