PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – DPRD Pacitan minta pemkab setempat agar membuat bangunan monumental sebagai penanda kekhasan kabupaten ini.
Terutama, di setiap tapal batas wilayah dengan daerah tetangga.
‘’Dari sisi semangatnya, kami semua sepakat ada penanda di perbatasan,’’ kata Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Minggu (30/6).
Menurut dia, pemkab juga butuh masukan dari masyarakat.
Khususnya, landmark yang harus dimunculkan guna mempercantik daerah berjuluk Kota 1001 Gua ini mulai dari tapal batas wilayah terluar.
‘’(Permintaan DPRD) itu baik sekali kami juga butuh masukan khusunya dari wilayah tersebut (perbatasan), ikon apa yang akan dimunculkan,’’ sambung Mas Aji, sapaan bupati.
Dia mengklaim, fokus perbaikan infrastruktur memang di wilayah perbatasan.
Namun belum merata ke semua bidang.
Terlebih wilayah Pacitan tidak hanya berbatasan dengan kabupaten lain, tapi juga Provinsi Jawa Tengah.
Sehingga gerbang masuk Pacitan dari Jawa Tengah harus dapat menjaga marwah dan kewibawaan Jawa Timur.
Dia menambahkan, fasilitas pendukung seperti tugu selama datang juga sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata.
‘’Tidak hanya mengandalkan wisata asri tetapi harus dipercantik dengan fasilitas pendukung untuk menarik minat wisatawan dari dalam dan luar daerah,’’ sebutnya.
Rekomendasi DPRD soal pembangunan tugu selamat datang disampaikan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD Pacitan 2023.
Mereka minta agar gapura atau tugu tapal batas antardaerah perlu dipercantik atau dibangun landmark di lokasi-lokasi strategis. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani