Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tiga SDN di Pacitan Nihil Murid Baru, Regrouping Jadi Opsi

Nur Cahyono • Jumat, 19 Juli 2024 | 01:00 WIB
SEPI: Salah satu dari 25 SDN di Pacitan yang mendapat murid baru kurang dari 1 rombel. Sementara 3 SDN lainnya nihil murid baru. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
SEPI: Salah satu dari 25 SDN di Pacitan yang mendapat murid baru kurang dari 1 rombel. Sementara 3 SDN lainnya nihil murid baru. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Hari pertama masuk sekolah kerap diwarnai keceriaan hingga ekspresi malu-malu para murid baru.

Namun, hal ini tak terlihat di sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Pacitan.

Yakni, SDN 3 Gunungsari, Kecamatan Arjosari, SDN 3 Watupatok dan SDN 1 Tumpuk, Kecamatan Bandar.

Pasalanya, tiga SDN ini tidak mendapat siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024.

Disinyalir, karena banyak warga setempat yang merantau, sehingga anak usia SD minim.

‘’Tiga SDN itu tahun ini tidak mendapat siswa baru, tahun lalu masih ada,’’ kata Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Wahyono kemarin (17/7).

Berdasarkan data dindik, dari 418 SD negeri dan swasta terdapat 25 lembaga pendidikan dengan murid baru kurang dari 30 anak.

Padahal jumlah tersebut merupakan batas minimal untuk memenuhi satu rombongan belajar (rombel).

‘’Ke-25 lembaga itu rata-rata hanya mendapat kurang dari 10 siswa pada PPDB tahun ini,’’ tambahnya.

Penyebabnya, lanjut dia, minim lulusan TK atau anak usia SD di wilayah tersebut. Keberhasilan program keluarga berencana (KB) juga disebut menjadi salah satu pemicu.

Penyebab lainnya, animo wali murid menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta juga cukup tinggi.

Pun, ada yang memilih mendaftarkan anaknya ke sekolah berasrama atau pondok pesantren (ponpes).

‘’Banyak juga warga setempat yang merantau ke kota, sehingga  membuat anak usia SD di wilayah itu menjadi minim,’’ ujarnya.

Dia tak menampik banyak sekolah swasta memiliki sistem kegiatan belajar-mengajar (KBM) lebih baik.

Pihaknya tidak bisa membendung inovasi sekolah swasta untuk memiliki keunggulan.

Sebab, sekolah swasta juga harus berkembang agar bisa bersaing dengan sekolah negeri.

‘’Setiap orang tua punya pilihan yang terbaik untuk sekolah anaknya,’’ tuturnya.

Dengan banyaknya SDN minim siswa, lanjut dia, regrouping memang menjadi opsi. Kendati demikian, banyak pertimbangan untuk mengambil opsi tersebut.

Salah satunya, sekolah menjadi jauh dari rumah siswa.

Kendati regrouping bertujuan menciptakan efektivitas dan efisiensi sektor pendidikan. ‘’Akan kami evaluasi ke depan,’’ jelasnya. (hyo/sat)

Sekolah Tanpa Murid Baru

Fakta Angka

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #regrouping #sekolah #murid #ppdb #SDN