Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Uniknya Gema Tabuhan, Event Musik di Dalam Gua Eksotis di Pacitan

Nur Cahyono • Senin, 9 Desember 2024 | 16:38 WIB
LUAR BIASA: Konser musik uni bertajuk Gema Tabuhan digelar di dalam Gua Tabuhan, Desa Wareng, Punung, Pacitan, Minggu 8 Desember 2024.
LUAR BIASA: Konser musik uni bertajuk Gema Tabuhan digelar di dalam Gua Tabuhan, Desa Wareng, Punung, Pacitan, Minggu 8 Desember 2024.

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sebuah petunjukan seni unik bertajuk Gema Tabuhan digelar di Gua Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Minggu (8/12).

Pergelaran ini meyajikan pengalaman berbeda dalam menikmati musik di dalam gua yang menyimpan sejarah dan pesona akustik luar biasa.

Feri Elwafa, salah seorang pengisi acara, menyebut Gema Tabuhan bukan hanya konser musik.

Melainkan perayaan kebudayaan lokal yang hidup di tengah keindahan alam.

‘’Kami ingin mengingatkan bahwa Pacitan memiliki harta yang luar biasa. Gua Tabuhan, salah satunya. Lewat event ini, kami ingin masyarakat tidak hanya mengenalnya, tetapi juga mencintainya,’’ katanya.

Nama Tabuhan berasal dari kemampuan bebatuan di dalam gua yang menghasilkan bunyi menyerupai gamelan ketika dipukul.

Fenomena ini membuat gua ini menjadi daya tarik wisatawan sekaligus simbol kekayaan budaya.

Namun, dalam Gema Tabuhan ini, bebatuan gua bukan menjadi instrumen utama.

Kali ini, gua dimanfaatkan sebagai ruang akustik untuk memperkuat harmonisasi alat musik tradisional gamelan.

‘’Perpaduan gamelan yang sakral dengan gema alami gua. Suaranya menyentuh hati,’’ ungkap Ignatia Nilu, kurator acara.

Menurut Nilu, ide ini muncul sejak 2019. Ketika ia diajak Ketua Dekranasda Pacitan Efi Suraningsih Indrata Nur Bayuaji untuk mengunjungi Gua Tabuhan.

‘’Saat masuk ke dalamnya, saya langsung terpesona. Keindahan gua ini layak dirayakan, tetapi dengan cara yang tetap menjaga kelestariannya,’’ tutur Nilu.

Eevent ini dibuka dengan pertunjukan musik di dalam gua dan dilanjutkan dengan pawai budaya di sekitar mulut gua dan diakhiri dengan prosesi Pisowanan Tetabuhan, sebuah ritual syukur kepada Sang Pencipta.

‘’Kami ingin menghadirkan pergelaran yang bukan hanya estetis, tetapi juga sarat makna,’’ ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Turmudi, mengapresiasi inisiatif ini.

Menurut dia, Gema Tabuhan dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Pacitan sebagai destinasi budaya yang istimewa.

‘’Keunikan Gua Tabuhan perlu diketahui lebih luas. Dengan adanya event ini, kami berharap wisatawan kembali tertarik untuk datang ke Pacitan dan menikmati keindahan alam sekaligus kebudayaannya,’’ harapnya.

Gema Tabuhan adalah simbol sinergi antara manusia, alam, dan budaya.

Sebuah pengingat bahwa di tengah modernitas, masih ada ruang untuk merenungkan keindahan yang tercipta secara alami dan diwariskan turun-temurun.

‘’Semua pihak berharap Gema Tabuhan akan menjadi tradisi tahunan, karena di ini harmoni tak hanya terdengar, tetapi terasa hingga ke jiwa,’’ pungkasnya. (hyo/sat)

Editor : Mizan Ahsani
#musik #pacitan #tabuhan #event #gua