PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Tak hanya menyoroti tata kelola sektor pariwisata, dalam aksi unjuk rasa Jumat (13/12) kemarin, PMII juga menuntut Kepala Disparbudpora Pacitan Turmudi mundur dari jabatannya.
Itu jika tidak mampu mencapai target PAD wisata yang telah ditetapkan hingga tahun 2024 ini.
Meyikapi aksi para mahasiswa, Turmudi menyatakan bahwa pihaknya menerima kritik dan masukan dari sebagai bahan evaluasi.
Pun, menyatakan kesiapannya untuk mundur jika tidak mampu menunjukkan performa yang sesuai harapan.
‘’Apa pun yang disampaikan PMII, kami terima sebagai koreksi bagi dinas dan jajaran kami. Jika memang saya tidak mencapai target yang telah ditetapkan, saya siap dievaluasi pimpinan, bahkan dimutasi,’’ ujar kata Turmudi usai menerima aspirasi PMII.
Menurut dia, beberapa destinasi wisata di Pacitan memang masih perlu pembenahan.
Selain itu, faktor cuaca ekstrem dan kondisi akses jalan yang kurang memadai menjadi tantangan besar dalam menarik wisatawan dan mendongkrak PAD dari sektor pariwisata.
‘’Kami tidak memungkiri bahwa ada destinasi wisata yang kurang optimal. Namun, hal ini akan kami evaluasi dan perbaiki langkah-langkahnya pada tahun 2025,’’ tambahnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menilai kinerja disparbudpora masih jauh dari harapan.
Meski demikian, Turmudi menegaskan bahwa keputusan akhir terkait jabatannya akan diserahkan sepenuhnya kepada pimpinan daerah.
‘’Ini konsekuensi dari pekerjaan saya. Apa pun keputusannya, saya siap mengikuti,’’ tutupnya. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani