PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Tak Ingin tertinggal dari daerah lain, Pemkab Pacitan undang calon investor.
Tim ekspedisi dan Survei Tan Corp, perusahaan besutan Hermanto Tanoko itu telah menggelar pertemuan khusus dengan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji beserta jajaran pejabat pemkab setempat.
Kabarnya, konglomerat ini melirik sektor perhotelan.
Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi bersama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya.
Yakni, terkait penyusunan masterplan pengembangan wisata Pacitan untuk jangka waktu 10 tahun ke depan.
Pemkab Pacitan pun berkomitmen memberikan kemudahan bagi investor yang tertarik menanamkan modal di sektor strategis ini.
Bupati menyatakan menyambut baik setiap investor yang ingin berkontribusi dalam pengembangan Pacitan. Terutama di sektor pariwisata.
‘’Pemkab akan berupaya mempermudah proses investasi guna menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif,’’ kata Mas Aji, sapaan bupati, dalam pertemuan di ruang rapat Bupati Pacitan, Rabu (5/2) malam.
Tanly Hospitality, salah satu grup manajemen perhotelan terkemuka di Indonesia ini, melihat potensi besar Pacitan sebagai destinasi wisata unggulan.
Cluster General Manager Tanly Hospitality Roberto Kotambunan, menyampaikan perusahaannya tengah menjajaki peluang pengembangan perhotelan guna mendukung infrastruktur pariwisata di kawasan tersebut.
Pihaknya melihat menilai Pacitan memiliki daya tarik wisata luar biasa. Terutama dengan kekayaan pantai dan keindahan alamnya.
‘’Kami berharap kehadiran investasi kami dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi industri perhotelan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan perekonomian daerah,’’ ujar Kotambunan.
Dalam diskusi tersebut, bupati memaparkan potensi wisata bahari Pacitan yang membentang dari barat hingga timur.
Dengan keberagaman lanskap pantai dan ekosistem yang masih alami, Pacitan memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Dari perspektif ekonomi, Pacitan menunjukkan tren pertumbuhan investasi yang positif. Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) mencatat pada 2024, total investasi mencapai Rp 1,499 triliun.
Jauh melampaui target Rp 96,96 miliar. Sehingga, pemkab menargetkan realisasi investasi senilai Rp 98,41 miliar pada 2025 dan Rp 99,89 miliar pada 2026, dengan peningkatan investor bertahap.
Investasi di sektor perhotelan diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain mendorong kunjungan wisatawan, pengembangan infrastruktur wisata juga akan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat serta meningkatkan sektor ekonomi kreatif di Pacitan.
Dengan dukungan kebijakan yang pro-investasi dan sinergi antara pemerintah, swasta, serta masyarakat, Pacitan berpeluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata yang kompetitif.
Pun memperkuat daya tariknya di kancah nasional maupun internasional. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani