PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Arjosari, menyebabkan tanah longsor.
Bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di Dusun Karang, Desa Jetiskidul, sekitar pukul 13.30 WIB hari Senin (24 Februari 2025.
Material longsor menimpa rumah Surono. Ruangan bagian dapur warga RT 01/RW 05 desa setempat itu rusak.
Menurut Kapolsek Arjosari Ipda Ferry Ardyanto, sebelum kejadian hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejak pukul 12.30 WIB.
Sekitar satu jam kemudian, tebing setinggi delapan meter di belakang rumah Surono longsor dan menimbun bagian dapur.
"Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,’’ katanya.
Petugas Polsek Arjosari mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Pacitan.
Demi keselamatan, pemilik rumah diminta mengosongkan tempat tinggalnya dan menyelamatkan barang-barang berharga.
"Kami telah berkoordinasi dengan BPBD serta pihak terkait untuk menangani dampak longsor ini. Saat ini, kerugian materiil masih dihitung,’’ sambungnya.
Sementara itu, pengguna jalan yang melintasi Jalan Pacitan-Ponorogo wajib waspada selama musim penghujan ini.
Sebab, tebing sisi jalan di jalur antarkabupaten tersebut sering longsor. Seperti yang terjadi ruas Desa Gedangan, Kecamatan Tegalombo.
Petugas masih terus melakukan evakuasi material longsor bencana yang terjadi pada hari Minggu 23 Februari 2025 lalu.
Laporan terkini hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut membuat tebing di sisi jalan kembali ambrol.
Material longsoran berupa tanah dan pohon menutup sebagian badan jalan. Sehingga kendaraan dari dua arah kembali tersendat.
"Mohon hati-hati jalur Pacitan-Ponorogo kembali macet total,’’ kata Abdul Mustafa, warga setempat, Senin 24 Februari 2025.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko, penanganan terkait dampak bencana itu masih terus dilakukan.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Bina Marga Jatim Wilayah Pacitan bekerja 24 jam untuk membersihkan material longsoran serta memantau lokasi.
Mengingat di sepanjang jalan tersebut kerap terjadi longsor. Meski intensitasnya berbeda di setiap kejadian.
Keberadaan tebing tinggi di salah satu sisi sepanjang jalan ini rawan longsor. Khususnya di musim penghujan yang sedang mencapai puncaknya.
Karena kondisi cuaca yang tidak menentu, pengguna jalan diminta selalu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (hyo/sat)
Editor : Budhi Prasetya