PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - PLN UP3 Ponorogo bersama PLN Group (PLN Icon Plus, PLN Nusantara Power, dan PLN UPT Madiun) meresmikan program pompanisasi listrik di Desa Ngile, Kecamatan Tulakan, Pacitan.
Ini bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di daerah tersebut.
Seremoni penyalaan pompanisasi ini dilakukan setelah pemasangan delapan titik jaringan listrik (klaster 1) yang masuk ke area persawahan.
Program ini diharapkan dapat membantu petani dan kelompok tani (Gapoktan) dalam meningkatkan efisiensi irigasi, sehingga indeks pertanaman dalam satu tahun bisa meningkat.
Manajer PLN UP3 Ponorogo, Suzana Zein, menjelaskan bahwa program ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan usulan Dinas Pertanian ke Kementerian Pertanian, yang mencakup total 160 titik pompanisasi irigasi.
"Klaster pertama telah selesai, dan nantinya akan ada klaster berikutnya yang terus dikembangkan," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, menegaskan bahwa jaringan listrik di lahan pertanian sangat dibutuhkan untuk mendukung sistem irigasi perpompaan maupun perpipaan.
Hal ini juga merupakan bagian dari program nasional untuk ketahanan pangan dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
"Dengan adanya irigasi perpompaan dan perpipaan, indeks pertanaman (IP) yang sebelumnya hanya satu kali panen bisa meningkat menjadi dua kali, bahkan hingga tiga kali dalam setahun. Selain itu, biaya operasional pompa akan lebih hemat karena menggunakan listrik," jelasnya.
Kepala Desa Ngile sekaligus perwakilan Gapoktan, Ismail, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program ini.
Menurutnya, kehadiran PLN masuk sawah akan sangat membantu kelompok tani dalam meningkatkan hasil panen mereka.
"Dengan adanya pompanisasi listrik, kelompok tani di desa kami semakin optimistis dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Kami berharap hasil panen ke depan akan lebih baik dan lebih melimpah," pungkasnya. (uci/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani