Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Nikmatnya Berbuka Puasa Ramadan di Masjid Luluah Pacitan, Setiap Hari Sajikan Menu Mewah dari Donatur Timur Tengah

Nur Cahyono • Minggu, 9 Maret 2025 | 23:45 WIB
KEBERSAMAAN: Suasana buka bersama gratis jemaah Masjid Lulu’ah binti Ali bin Utsman Al-Hasan. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN
KEBERSAMAAN: Suasana buka bersama gratis jemaah Masjid Lulu’ah binti Ali bin Utsman Al-Hasan. NUR CAHYONO/RADAR PACITAN

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada susasan berbeda setiap menjelang waktu berbuka puasa Ramadan di Dusun Krajan, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Persisnya di Masjid Luluah binti Ali bin Utsman Al-Hasan. Meskipun di pelosok desa, masjid ini menyajikan menu berbuka tak kalah dengan restoran.

Sejak pukul 17.00, warga mulai berdatangan. Mereka segera memenuhi pelataran masjid. Sementara para remaja masjid sibuk mengatur meja dan membagikan piring. Aroma soto ayam, gulai kambing, hingga sate yang baru dibakar, begitu menggoda.

‘’Setiap hari menunya berbeda, semua istimewa. Kami ingin menghadirkan kebersamaan dan keberkahan Ramadan bagi semua orang,’’ kata Fahmi Vermansyah, panitia iftar masjid.

Berbuka puasa di masjid ini bukan sekadar menikmati makanan, tetapi juga pengalaman spiritual dan kebersamaan. Sebelum azan Magrib berkumandang, jamaah menyimak tausiyah singkat dari ustaz. Saat bedug berbunyi, mereka menyeruput teh hangat atau air zamzam yang disediakan, lalu kurma dan kudapan ringan.

Yang berbeda dari masjid ini adalah tata cara penyajiannya. Setelah menunaikan Salat Magrib berjemaah, jemaah kembali duduk berhadap-hadapan di lantai. Sementara para remaja masjid membagikan makanan utama.

Setiap hari, lebih dari 100 porsi makanan disiapkan delapan juru masak. Semua biaya ditanggung para donatur dari Timur Tengah yang tak hanya bahan makanan tetapi juga fasilitas dapur lengkap untuk masjid ini.

Ali Sutopo, ketua Takmir Masjid Luluah, mengungkapkan bahwa tradisi berbuka dengan hidangan spesial ini sudah berlangsung selama 10 tahun. Tak ada syarat khusus bagi siapa pun yang ingin datang.

Semua orang diterima dengan tangan terbuka. ‘’Kami ingin menjadikan masjid ini tempat yang bukan hanya untuk beribadah, tapi juga untuk berbagi kebahagiaan,’’ tuturnya.

Bagi warga Dusun Krajan, kehadiran masjid ini lebih dari sekadar tempat ibadah. Setiap Ramadan, masjid ini menjadi titik temu bergam  perbedaan latar belakang dalam kebersamaan.

Setiap suap makanan terasa lebih nikmat karena disantap bersama. Usai berbuka para jemaah beranjak ke ruang utama masjid untuk menunaikan salat Isya dan Tarawih. (hyo/sat)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #Donatur Timur Tengah #Nikmatnya berbuka #Masjid Luluah #Menu mewah #puasa ramadan