Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

TBC Masih Jadi Momok di Pacitan: Kasus Masih Tinggi, Masuk Program Strategis Nasional

Nur Cahyono • Kamis, 13 Maret 2025 | 01:00 WIB
ILUSTRASI TBC (DOK RADAR MADIUN)
ILUSTRASI TBC (DOK RADAR MADIUN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun –  Tuberkulosis (TBC) masih menjadi momok serius bagi kesehatan masyarakat.

Meski penyakit ini telah masuk program strategis nasional (PSN) yang harus dituntaskan Kementerian Kesehatan. Di Kabupaten Pacitan, misalnya.

Serangan TBC masih cukup tinggi, yakni 88 kasus positif dari 1.025 orang terduga.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Nur Farida, TBC adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain seperti otak, tulang, hingga ginjal.

Sejatinya TBC bisa diobati, tetapi masih banyak pasien yang terlambat menyadari bahwa mereka terinfeksi.

Sebab, gejalanya mirip dengan penyakit lain.

‘’Selain itu, kepatuhan dalam mengonsumsi obat juga menjadi tantangan, sebab pengobatan yang tidak tuntas dapat menyebabkan kambuhnya penyakit ini,’’ katanya, Selasa (11/3).

Untuk menekan angka penularan, dinkes telah mengambil berbagai langkah strategis.

Antara lain investigasi kontak, yakni menelusuri orang-orang yang pernah berinteraksi erat dengan pasien TBC.

Pemberian terapi pencegahan bagi mereka yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien positif.

Skrining di tempat berisiko tinggi seperti rumah tahanan (rutan) dan pabrik rokok, tempat di mana penyebaran TBC lebih mudah terjadi.

‘’Serta pembentukan kader komunitas TBC, yang bertugas membantu menemukan kasus baru, melacak pasien yang tidak menyelesaikan pengobatan, dan skrining,’’ sebutnya.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, tantangan dalam penanganan TBC masih besar.

Faktor seperti rendahnya kesadaran masyarakat, stigma sosial terhadap pasien TBC, serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan menjadi hambatan utama pemberantasan penyakit ini.

Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap gejala TBC, seperti batuk terus-menerus selama lebih dari dua minggu, berkeringat pada malam hari, berat badan turun drastis, dan mudah lelah.

‘’Jika mengalami gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat,’’ imbaunya. (hyo/sat)

Apa Gejala TBC?

Tantangan Penanganan TBC

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #Program Strategis Nasional #tbc #kasus