Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Psikolog Pastikan Kasus di SD Alam Bukan Bullying

Wawan Isdarwanto • Sabtu, 15 Maret 2025 | 17:56 WIB
Photo
Photo

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus dugaan bullying sempat menerpa SD Alam Pacitan. Namun, setelah korban mendapat pemeriksaan dari psikolog, peristiwa tersebut dipastikan bukan kasus bullying.

Karena itu, Ni Made Diyah Rinawardhani, salah seorang psikolog, meminta para orang tua tidak gegabah menyimpulkan bahwa setiap kasus pertengkaran, termasuk di lingkungan sekolah, selalu identik dengan bullying.

‘’Jadi, alangkah baiknya orang tua tidak hanya mendengar keterangan dari salah satu pihak saja,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, bullying merupakan tindakan penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja dan berulang-ulang yang menyakiti atau merugikan orang lain.

‘’Baik secara verbal fisik maupun sosial, di mana salah satu merasa tertekan dan yang satunya merasa berkuasa,’’ bebernya.

Menurut Made, anak yang jadi korban bullying umumnya merasa tertekan dan ketakutan.

‘’Tapi, hasil identifikasi di SD Alam, yang bersangkutan sama sekali tidak menunjukan adanya tanda-tanda mengalami trauma. Dia masih tetap ceria,’’ imbuhnya.

Septa Madyaning Wulandari dan Maya Nurhidayati, guru SD Alam, mengatakan bahwa sekolahnya telah membentuk tim pencegahan dan penanganan kekerasan (TPPK).

Pun, ada beberapa program anti-bullying seperti briefing pagi, pemberian nasihat, kegiatan keputrian, Pembelajaran anak menggunakan metode aktif seperti discussion, presentation dan studi kasus, workshop anti bullying dan kegiatan parenting Romo ibu.

‘’Sekolah Alam sangat menghormati perbedaan agama maupun suku bangsa, kecerdasan atau fisik serta asal usul, jadi menghargai orang lain sudah menjadi budaya kami,Untuk itu bullying bisa diminimalisir di sini ’’ tegasnya. (uci/isd/*)

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #bullying #SD Alam