Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ada Puluhan Blank Spot di Pacitan, Mudik dan Libur Lebaran Terancam Terganggu

Nur Cahyono • Selasa, 18 Maret 2025 | 13:30 WIB
Ilustrasi tower atau menara seluler.
Ilustrasi tower atau menara seluler.

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kenyaman para pemudik dan wisatawan di Pacitan selama libur Lebaran nanti bakal terganggu. Terutama dalam hal akses tekomunikasi.

Sebab, berdasarkan data Diskominfo Pacitan, setidaknya ada 60 titik blank spot atau wilayah tanpa jaringan telekomunikasi yang tersebar di berbagai pelosok kabupaten ini.

Menurut Kepala Diskominfo Pacitan Dodik Soemarsono, di wilayah-wilayah tersebut umumnya hanya terdapat 10 hingga 20 rumah dan tersebar di daerah terpencil.

Seperti Desa Sawahan, Kecamatan Donorojo, juga Desa Watupatok dan Tumpuk, Kecamatan Bandar.

Beberapa pantai wilayah selatan Pacitan juga masuk kategori blank spot.

Kondisi ini juga berpotensi menghambat komunikasi petugas keamanan, terutama saat mengawasi arus mudik dan perayaan Lebaran.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD setempat beberapa waktu lalu, penambahan tower seluler diusulkan sebagai solusi utama.

Namun, setelah dikoordinasikan dengan penyedia layanan (provider), usulan tersebut sulit direalisasikan karena biaya pembangunannya besar.

‘’Dari segi bisnis, membangun tower di sana tidak menguntungkan. Butuh 2.000 pelanggan untuk menutupi operasional. Nah, daerah blank spot berpenduduk sedikit,’’ sambungnya.

Sebagai alternatif, Pemkab Pacitan mengupayakan pemasangan repeater sinyal untuk memperluas cakupan jaringan di sekitar wilayah terdampak.

Ini sebagai wujud bahwa pemerintah daerah hadir dalam menyelesaikan persoalan ini.

‘’Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pemasangan repeater sinyal agar jaringan lebih menjangkau daerah terpencil,’’ ujarnya.

Ironisnya, meskipun jumlah menara seluler di Pacitan meningkat dari 132 unit pada 2023 menjadi 143 unit pada 2024, beberapa kecamatan justru mengalami pengurangan tower.

Kecamatan Nawangan, misalnya. Dari sebelumnya memiliki 29 menawara kini hanya tersisa 6 unit.

Sementara di Kecamatan Sudimoro, jumlah tower berkurang dari 20 menjadi hanya 5 unit.

‘’Penurunan ini terjadi karena berbagai faktor. Ada tower yang dibangun tanpa izin sehingga harus ditutup, ada juga yang terkendala peralatan,’’ ungkap Dodik.

Selain masalah telekomunikasi, akses internet di beberapa wilayah juga menjadi tantangan.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah penggunaan layanan internet berbasis satelit seperti Starlink.

Namun, biaya pemasangan yang mahal menjadi kendala utama.

‘’Starlink ini bisa jadi solusi, tapi biayanya masih cukup tinggi. Kalau untuk internet, mungkin bisa dijangkau pengusaha RT/RW Net yang menyediakan layanan lokal,’’ terang Dodik.

Dengan dikerahkannya 484 petugas keamanan gabungan selama arus mudik dan libur Lebaran, ketiadaan jaringan komunikasi yang andal dapat berakibat fatal.

Pemkab Pacitan didorong terus berupaya mencari solusi terbaik agar masyarakat dan petugas keamanan dapat berkomunikasi dengan lebih baik. (hyo/sat)

Menara Seluler di Pacitan

Editor : Mizan Ahsani
#pacitan #blank spot #libur lebaran #menara seluler #tower #mudik