PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca buruk tengah melanda perairan laut selatan Jawa dalam sepekan terakhir. Termasuk di wilayah Kabupaten Pacitan.
Gelombang tinggi yang mencapai 4 meter membuat ratusan nelayan terpaksa rehat melaut.
Di Pelabuhan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, kapal-kapal nelayan baik kecil hingga besar menepi di dermaga akibat tingginya gelombang.
Kondisi ini membuat aktivitas melaut lumpuh sementara waktu.
Rata-rata para nelayan sudah empat hari tidak melaut karena gelombang tinggi di tengah Samudera Hindia.
‘’Menunggu kondisi gelombang membaik,’’ kata Pramono, salah seorang nelayan asal Cilacap yang berlindung di Pelabuhan Tamperan, Selasa (18/3).
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono menyebutkan cuaca ekstrem terjadi sejak 17 Maret dan diprediksi berlangsung hingga 23 Maret.
Kondisi ini dipicu gelombang Rossby dan Madden Julian Oscillation (MJO) yang menyebabkan peningkatan gelombang di perairan laut selatan Jawa.
‘’Angin berhembus dari utara dan timur laut dengan kecepatan 6-7 kilometer per jam membuat gelombang pasang naik,’’ ujarnya, Rabu (19/3).
Pihaknya mengimbau para nelayan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk, terutama saat terjadi perubahan cuaca secara singkat.
Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk selalu siap siaga terhadap dampak bencana hidrometeorologi.
Seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang, yang bisa terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem ini. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani