PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Sekolah Alam Pacitan kembali go international.
Kali ini melalui program kunjungan sister school ke Thailand, Malaysia, dan Singapura pada 19–25 Februari lalu.
Di Thailand, siswa Sekolah Alam Pacitan diajak mengunjungi Masjid Bannua di Kallayanachon Rangsan Foundation School.
Pun, mereka menampilkan Tari Eklek dan Tari Keling yang merupakan tari asli Pacitan. Selain itu, memainkan angklung sambil menyanyikan sejumlah lagu daerah di Indonesia.
Selesai pementasan, anak-anak ganti menuju Warraphat School, salah satu sekolah internasional di Thailand.
Di sekolah ini mereka tidak hanya menampilkan kesenian namun juga diajak school tour serta bertukar friendship note dengan siswa Warraphat.
Selama di Thailand, mereka juga sempat mengunjungi Konsulat Jenderal Songkhla, Sleeping Budha, dan Klonghae Floating Market.
Hari berikutnya anak-anak diajak mengeskplorasi Malaysia dengan mengunjungi beberapa tempat wisata seperti Genting Highland.
Juga belajar tata kelola negara di Putra Jaya sebagai pusat pemerintahan Malaysia.
Selain itu, melakukan pementasan di Persatuan Jawa Parit.
Kemudian, esok harinya peserta sister school tiba di Singapura mengunjungi Middleton International School.
Mereka pun merasakan satu hari menjadi siswa di sana.
Anak-anak masuk kelas dan mengikuti pembelajaran. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka berkeliling untuk school tour.
Perjalanan kunjungan sister school itu memberikan banyak pelajaran bagi peserta.
Dengan mengajak anak-anak mengunjungi sejumlah sekolah di luar negeri dan menampilkan budaya asli Indonesia.
Harapannya mereka berani bermimpi dan bercita-cita bisa menuntut ilmu sampai ke manca negara, namun tetap bangga dengan kearifan lokal dan tanah kelahiran. (uci/isd/*)
Editor : Mizan Ahsani