Jawa Pos Radar Madiun – Proyek pelebaran Jalan Arjosari–Nawangan di Pacitan kembali bergulir.
Pada 23–24 April lalu, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Bina Marga Jatim Wilayah Pacitan menggelar sosialisasi kepada warga Desa Temon, Arjosari, Mujing, dan Jetislor sebagai bagian dari tahapan awal pekerjaan.
Kepala UPT PJJ Wilayah Pacitan, Budi Harisantoso, menjelaskan bahwa dari total panjang jalan 46,15 kilometer, tahap awal pelebaran difokuskan pada empat titik sepanjang 4,5 kilometer.
“Ruas yang diperlebar berada di Desa Temon, Arjosari, Mujing, Nawangan, dan Jetislor,” ujarnya, Selasa (6/5).
Pelebaran ini mencakup perluasan badan jalan dari lebar semula 3,5 meter menjadi 6 meter, serta pembangunan duplikasi jembatan di Desa Temon.
Lebar jalan baru dinilai lebih aman untuk lalu lintas kendaraan besar. “Pekerjaan ditargetkan rampung dalam enam bulan,” jelasnya.
Selama proses berlangsung, pihak UPT akan memberlakukan sistem buka tutup jalan demi menjaga kelancaran lalu lintas warga.
Sosialisasi kepada masyarakat sudah dilakukan sejak tahap awal proyek.
Budi menyebut, proyek ini merupakan wujud dari aspirasi masyarakat Pacitan utara yang sudah lama menanti pemerataan pembangunan.
Dukungan DPRD Pacitan dan DPRD Jatim disebut penting dalam memastikan kelangsungan proyek.
“Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, proyek ini juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian wilayah yang selama ini masih terpinggirkan,” tuturnya.
“Kami optimistis ini akan menjadi gebrakan penting dalam pembangunan Pacitan," pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto