Jawa Pos Radar Madiun – Kawasan Plaza Kuliner di Pantai Pancer Door, Pacitan, makin tak terurus.
Harapan pemkab menjadikan area itu sebagai pusat ekonomi dan wisata kuliner nyaris sirna.
Kini, wajah kawasan tersebut berubah kumuh karena menjamurnya tenda-tenda terpal yang didirikan sembarangan oleh pedagang.
Tenda-tenda tersebut berdiri bukan hanya di depan kios, namun meluas hingga ke area pesisir pantai.
Tak sedikit pedagang juga menjadikan kiosnya sebagai tempat tinggal. Aktivitas harian seperti mandi, mencuci, bahkan menjemur pakaian dilakukan di sana.
’’Dulu tempat ini indah, sekarang jadi compang-camping dan kumuh,’’ keluh Slamet Riyadi, pegiat lingkungan sekaligus anggota Pokdarwis, Kamis (8/5).
Slamet yang akrab disapa Cuboh Hamber mengaku prihatin. Menurutnya, pemandangan seperti itu merusak citra wisata Pantai Pancer Door.
Ia mendesak Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) segera menertibkan.
’’Kalau dibiarkan, nanti yang lain ikut-ikutan. Lama-lama jadi kampung kumuh,’’ tegasnya.
Cuboh juga menyebut beberapa pedagang mengaku sudah mendapat izin dari dinas terkait.
Padahal, area Plaza Kuliner semestinya steril dari aktivitas yang bukan untuk kuliner.
’’Tenda-tenda terpal bikin kawasan makin amburadul. Padahal dulu bisa makan sambil lihat laut,’’ tambahnya.
Menanggapi itu, Kepala Disparbudpora Turmudi mengaku belum mengetahui kondisi terbaru Plaza Kuliner.
Ia menyebut belum ada regulasi teknis soal penataan kawasan tersebut.
’’Kami akan duduk bersama dulu, menyusun aturan mana yang boleh dibangun dan mana yang tidak,’’ ujarnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto