Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah Kabupaten Pacitan terus mematangkan rencana pendirian Sekolah Rakyat.
Sebanyak 6.388 anak dari keluarga kurang mampu telah terdata sebagai calon siswa.
Mereka berasal dari keluarga kategori desil satu dan dua berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Plt Kepala Dinas Sosial Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menjelaskan bahwa saat ini proses verifikasi usulan program sedang berjalan di tingkat pusat.
“Beberapa waktu lalu kami diundang Kementerian Sosial bersama DPUPR, Dinas Pendidikan, dan OPD terkait. Sekarang tinggal menunggu hasil verifikasi,” ujar Khemal, Sabtu (10/5).
Pemkab telah menyiapkan lahan seluas lima hektar di area eks Gedung Pemuda, timur Wisma Atlet.
Nantinya, fasilitas pembelajaran akan memanfaatkan kompleks Wisma Atlet, GOR, dan stadion sebagai penunjang utama.
Pada tahap awal, sekolah rintisan akan beroperasi di Gedung Diklat BKPSDM yang terletak di belakang Taman Makam Pahlawan (TMP).
Rencananya, pembelajaran dimulai dengan 100 siswa yang dibagi dalam empat rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 anak.
Meski besaran anggaran dari pemerintah pusat belum diumumkan, estimasi biaya pendidikan per siswa diperkirakan mencapai Rp 45 juta per tahun.
Pacitan menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang siap menjalankan program Sekolah Rakyat sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan inklusif dan pemerataan akses belajar bagi anak dari keluarga prasejahtera. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto