Jawa Pos Radar Madiun – Kondisi sentra kuliner Pasar Minulyo kian memprihatinkan.
Area yang dulunya mampu menampung hingga 100 pedagang makanan, kini hanya diisi kurang dari sepertiganya.
Suasana sepi membuat sebagian pedagang memilih pindah ke trotoar jalan protokol dan berjualan sebagai pedagang kaki lima (PKL).
Tak hanya itu, lapak-lapak kosong justru dimanfaatkan oleh pengamen jalanan hingga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk berteduh dan tidur.
Kondisi tersebut memperkuat kesan kumuh dan tidak layak sebagai tempat tujuan kuliner.
Plt Kepala Bidang Pasar Disdagnaker Pacitan, Agus Ismanto mengakui situasi ini.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menyiapkan langkah-langkah penataan ulang kawasan.
‘’Beberapa fasilitas sedang kami benahi. Kios-kios yang tak terpakai kami ubah jadi los agar lebih fleksibel untuk aktivitas berdagang,’’ jelasnya, Jumat (23/5).
Menurut Agus, revitalisasi ini tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali fungsi sentra kuliner sebagai pusat jajanan kota, tetapi juga untuk merelokasi para PKL dari pinggir jalan ke lokasi yang lebih tertib.
‘’Kami ingin tempat ini kembali berfungsi optimal, jadi ruang kuliner yang layak dan nyaman bagi warga maupun wisatawan,’’ tandasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto