Jawa Pos Radar Madiun – Harga kelapa melonjak tajam di sejumlah pasar tradisional Pacitan.
Di Pasar Tulakan, harga kelapa kini tembus Rp 8 ribu per butir. Bahkan, untuk ukuran besar, bisa mencapai Rp 12 ribu. Kenaikan ini disambut gembira oleh para petani.
Padahal, harga normal sebelumnya berkisar Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu.
Bahkan, beberapa tahun lalu sempat anjlok sampai Rp 1.500. Pemicunya, tingginya permintaan di tengah pasokan yang menipis.
’’Karena hujan terus, buruh pemetik kesulitan naik pohon. Sementara permintaan dari luar daerah tetap tinggi,’’ terang Yanto, pengepul kelapa.
Slamet, pedagang di Pasar Tulakan, mengungkapkan para petani kini memanen lebih awal demi mengejar harga tinggi.
’’Biasanya menunggu tua betul, sekarang yang masih muda pun dipetik dulu,’’ katanya.
Data BPS Pacitan menunjukkan produksi kelapa tahunan mencapai 21.301 ton.
Kecamatan Tulakan menjadi sentra produksi terbesar dengan kontribusi 3.005 ton.
Disusul Ngadirojo, Kebonagung, dan Sudimoro masing-masing sekitar 2.000 ton.
Permintaan ekspor ke China juga disebut jadi faktor penguat harga. Gaya hidup sehat di negeri tirai bambu mendongkrak permintaan air kelapa dan santan segar.
’’Selama permintaan luar tetap tinggi, harga kemungkinan tidak akan turun drastis,’’ tutur Slamet. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto