Jawa Pos Radar Madiun – Renovasi Gedung Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BKPSDM Pacitan terus dipercepat.
Bangunan yang terletak di Jalan KH. Dimyati itu akan digunakan sementara sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025/2026.
Menurut Luky Puspitosari, Plt Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Pacitan, progres rehabilitasi gedung utama kini sudah mencapai 70 persen.
Sementara untuk gedung asrama yang memanfaatkan eks Panti Werdha, progresnya masih sekitar 30 persen.
“Sarana dan prasarananya memang belum lengkap, tapi kami terus kebut supaya selesai sebelum tahun ajaran dimulai,” ujar Luky, Kamis (12/6).
Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school gratis.
Artinya, selain fasilitas belajar, siswa juga akan tinggal di asrama yang disediakan pemerintah.
Oleh karena itu, proses renovasi tidak hanya fokus pada ruang kelas dan kantor guru, tetapi juga mencakup asrama, dapur umum, kamar mandi, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Gedung diklat kami gunakan untuk sekolah. Sementara eks Panti Werdha menjadi tempat tinggal siswa. Semua difungsikan secara terintegrasi,” jelas Luky.
Untuk mempercepat penyelesaian, Kementerian PUPR telah menurunkan tim teknis ke lapangan.
Target rampung pada 30 Juni 2025, atau tepat sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Sementara itu, Plt Kadinsos Pacitan Khemal Pandu Pratikna menambahkan bahwa jumlah kuota siswa SR tahun ini ditingkatkan dari semula 50 menjadi 100 peserta didik.
Jumlah rombongan belajar (rombel) pun ditambah dari dua menjadi empat rombel.
“Penambahan kuota ini berkat komunikasi aktif Pak Bupati Indrata Nur Bayuaji dengan pemerintah pusat,” ujar Khemal. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto