Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Rusak Parah, Enam Pasar di Pacitan Diperbaiki Tahun Ini, Pemkab Kucurkan Dana Ratusan Juta

Nur Cahyono • Minggu, 15 Juni 2025 | 22:25 WIB
MAKIN MAHAL: Harga cabai rawit di Pasar Arjowinangun dan pasar tradisional lainnya di Pacitan terus merangkak naik dalam sepekan terakhir. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)
MAKIN MAHAL: Harga cabai rawit di Pasar Arjowinangun dan pasar tradisional lainnya di Pacitan terus merangkak naik dalam sepekan terakhir. (NUR CAHYONO/RADAR PACITAN)

Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Pacitan mulai merehabilitasi enam pasar tradisional yang kondisinya rusak dan kumuh.

Perbaikan dilakukan oleh dinas perdagangan dan tenaga kerja (Disdagnaker) dan ditarget rampung Juli 2025.

Pasar-pasar yang diperbaiki antara lain Pasar Nawangan, Ngadirejan, Arjowinangun, Gondosari, Tulakan, dan Donorojo.

Keenamnya dipilih karena tingkat kerusakannya paling parah.

Plt Kabid Pasar Disdagnaker Pacitan, Agus Ismanto, menyebut banyak keluhan terkait atap bocor, talang rusak, drainase mampet, hingga kios yang tak layak pakai.

’’Ini mendesak diperbaiki agar pelayanan publik meningkat dan pendapatan daerah bisa naik,’’ ujarnya, kemarin (13/6).

Anggaran perbaikan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasar. Pasar Arjowinangun mendapat alokasi terbesar yakni Rp 195 juta.

Disusul Pasar Gondosari Rp 110 juta, Ngadirejan Rp 95 juta, Tulakan Rp 87 juta, Nawangan Rp 72 juta, dan Donorojo Rp 47 juta.

Agus menambahkan, masih banyak pasar lain yang butuh perbaikan.

Namun, karena keterbatasan anggaran, tahun ini difokuskan pada pasar dengan kerusakan paling berat.

’’Semoga tahun depan bisa dilanjut ke pasar-pasar lainnya,’’ pungkasnya. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pasar tradisional #pacitan #Pasar Arjowinangun #Pemkab Pacitan #rehab #disdagnaker