Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Stok Pupuk Subsidi di Pacitan Melimpah, Petani Malah Lambat Menebus

Nur Cahyono • Sabtu, 21 Juni 2025 | 04:30 WIB
Petani Pacitan belum banyak menebus pupuk subsidi. DKPP siapkan evaluasi e-RDKK dan penyesuaian regulasi. DOK RADAR MADIUN
Petani Pacitan belum banyak menebus pupuk subsidi. DKPP siapkan evaluasi e-RDKK dan penyesuaian regulasi. DOK RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Pacitan – Saat kelangkaan pupuk subsidi masih menjadi keluhan petani di banyak wilayah, Kabupaten Pacitan justru berada dalam kondisi sebaliknya.

Stok pupuk di daerah ini dinilai aman, bahkan cenderung melimpah.

Namun, ironi muncul ketika tingkat serapannya justru sangat rendah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pacitan, Sugeng Santoso, mengungkapkan bahwa hingga akhir Mei 2025, realisasi penyaluran pupuk subsidi baru mencapai 23,2 persen dari total kuota tahun ini.

“Salah satu penyebabnya karena sisa alokasi tahun 2024 baru diserap pada awal 2025. Ini berdampak pada serapan kuota tahun ini, terutama di semester awal,” jelasnya, Jumat (20/6).

Dari total alokasi pupuk urea sebesar 15.696 ton, baru 3.239 ton atau sekitar 20,4 persen yang disalurkan ke petani.

Sementara pupuk NPK baru diserap 3.405 ton dari kuota 12.552 ton, atau sekitar 27 persen.

Untuk pupuk organik, dari alokasi 1.296 ton, baru 217 ton ditebus.

Bahkan pupuk NPK formula khusus yang dijatah 19 ton, baru terserap 500 kilogram.

Meski angka serapan tergolong rendah, DKPP memastikan distribusi akan tetap dilakukan dengan hati-hati.

Pasalnya, stok yang menumpuk jika tidak terkontrol justru bisa memicu persoalan baru seperti penumpukan di gudang dan distribusi tidak merata.

Sugeng menambahkan, pihaknya tengah menyesuaikan sistem distribusi dengan regulasi baru.

Termasuk penguatan sistem e-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) yang kini menjadi basis data penerima pupuk subsidi.

“Evaluasi data penerima akan dilakukan setiap empat bulan. Jika ada petani yang tak lagi aktif atau kendala distribusi karena usia dan lokasi, akan disesuaikan agar penyaluran tepat sasaran,” imbuhnya.

DKPP juga mengimbau agar kelompok tani proaktif memperbarui data, sehingga subsidi pupuk dapat menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan.

Tujuan akhirnya, program pupuk subsidi ini bisa mendukung ketahanan pangan daerah dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. (hyo/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #serapan pupuk subsidi #E-RDKK #pupuk subsidi #Ketahanan Pangan Daerah #DKPP