Jawa Pos Radar Pacitan – Pencarian terhadap tiga bocah yang hilang terseret ombak di Pantai Pancer Door, Pacitan, terus dilanjutkan hingga memasuki hari ketujuh.
Tim gabungan dari BPBD, Polres, dan relawan masih berupaya menyisir kawasan pantai yang dikenal rawan gelombang tinggi itu.
Ketiga korban yang hilang adalah Aisyah, Asna, dan Nayaifah, anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Mereka merupakan rombongan wisata keluarga dari Pondok Pesantren Riyadlul Quran.
Insiden nahas ini terjadi saat mereka bermain air di muara Sungai Grindulu, tak jauh dari Masjid Apung Pancer Door, Jumat (20/6).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Radite Suryo Anggono, mengatakan bahwa upaya pencarian akan dilakukan selama tujuh hari sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Fokus pencarian berada di area sekitar muara sungai dan pesisir pantai, tepat di lokasi korban pertama, Azmil Mukaromah, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Proses pencarian akan terus dilakukan secara maksimal, meski tantangannya cukup berat,” ujar Radite, Sabtu (21/6).
Tantangan utama datang dari kondisi laut selatan yang tidak bersahabat. Gelombang setinggi 2 hingga 3 meter kerap menyulitkan pergerakan tim SAR.
Namun, sebanyak 10 personel BPBD, puluhan anggota Polres Pacitan, serta sejumlah relawan tetap dikerahkan untuk menyisir daratan dan laut, berharap ada tanda-tanda keberadaan korban. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto