Jawa Pos Radar Pacitan – Dinas Pendidikan Pacitan mulai melakukan regrouping sejumlah sekolah dasar untuk mengatasi krisis tenaga pendidik.
Saat ini, daerah masih kekurangan sekitar 300 guru.
Kepala Dinas Pendidikan Pacitan Budiyanto mengatakan penggabungan sekolah dilakukan usai Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan konsultasi dengan Kemendikdasmen.
“Ditargetkan sebelum Agustus sudah berjalan. SK Bupati dijadwalkan terbit 30 Juni,” ujarnya, Kamis (26/6).
Langkah awal dilakukan di SDN 1 dan SDN 2 Baleharjo yang dilebur menjadi SDN Baleharjo.
Proses ini mencakup mutasi guru, penataan siswa, hingga pengisian kepala sekolah baru.
Dari 20 sekolah yang disasar, 16 sudah dipastikan digabung menjadi delapan satuan pendidikan baru.
Sementara empat lainnya masih dikaji, termasuk SDN 1 dan 2 Sawahan, Donorojo, yang mendapat penolakan warga.
“Kalau konsultasi publik gagal, pemda bisa ambil keputusan sepihak,” tegas Budiyanto.
Dengan regrouping, sekitar 40 guru dapat dialihkan ke sekolah yang masih kekurangan.
Kebijakan ini akan terus berlanjut demi meratakan distribusi tenaga pengajar dan mengurangi beban mengajar.
“Tujuannya pemerataan guru dan efisiensi anggaran serta sumber daya,” pungkasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto