Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

SMKN Tulakan Gandeng 16 Industri, Cetak Lulusan yang Siap Kerja

Suci Oktavia • Sabtu, 28 Juni 2025 | 01:15 WIB
Keberhasilan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan, SMKN Tulakan digajar penghargaan Best Collaboration Projet dalam Radar Madiun Education Awards 2025. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Keberhasilan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan, SMKN Tulakan digajar penghargaan Best Collaboration Projet dalam Radar Madiun Education Awards 2025. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Komitmen SMKN Tulakan menjadi sekolah pusat keunggulan bukan sebatas jargon.

Melalui penguatan kolaborasi dengan dunia industri dan masyarakat, sekolah ini menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan, kontekstual, dan berorientasi masa depan.

Kepala SMKN Tulakan, Evi Dhian Asmoro, menyebut bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama peningkatan kualitas lulusan.

“Kami membangun keterhubungan erat antara sekolah dan industri, agar lulusan tidak hanya siap kerja, tapi juga relevan dengan kebutuhan pasar,” tegasnya.

Hingga pertengahan 2025, SMKN Tulakan telah menjalin kerja sama resmi dengan 16 perusahaan dari berbagai bidang.

Salah satu yang unik adalah kemitraan dengan Salam Garden, perusahaan agribisnis yang mengizinkan lahannya dimanfaatkan sebagai laboratorium alam bagi siswa.

“Kebun itu kami manfaatkan sebagai tempat belajar berbasis lingkungan. Siswa tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik dalam suasana nyata,” terang Evi.

Skema kerja sama yang dibangun meliputi magang industri, pelatihan bersama, kunjungan lapangan, penyelarasan kurikulum, hingga kehadiran guru tamu dari kalangan profesional.

Dengan pendekatan itu, siswa memperoleh pengalaman otentik dan wawasan industri sejak dini.

Tak berhenti di sektor industri, SMKN Tulakan juga menggandeng masyarakat sekitar sebagai mitra pembelajaran.

Lingkungan hidup dan sumber daya alam lokal menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan membentuk karakter.

“Belajar di alam memperkuat kepekaan sosial siswa,” pungkasnya. (*)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #kerja sama industri #SMKN Tulakan #Salam garden #Laboratorium Alam #pendidikan vokasi #program magang