Jawa Pos Radar Madiun – Komitmen SMKN Tulakan menjadi sekolah pusat keunggulan bukan sebatas jargon.
Melalui penguatan kolaborasi dengan dunia industri dan masyarakat, sekolah ini menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan, kontekstual, dan berorientasi masa depan.
Kepala SMKN Tulakan, Evi Dhian Asmoro, menyebut bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama peningkatan kualitas lulusan.
“Kami membangun keterhubungan erat antara sekolah dan industri, agar lulusan tidak hanya siap kerja, tapi juga relevan dengan kebutuhan pasar,” tegasnya.
Hingga pertengahan 2025, SMKN Tulakan telah menjalin kerja sama resmi dengan 16 perusahaan dari berbagai bidang.
Salah satu yang unik adalah kemitraan dengan Salam Garden, perusahaan agribisnis yang mengizinkan lahannya dimanfaatkan sebagai laboratorium alam bagi siswa.
“Kebun itu kami manfaatkan sebagai tempat belajar berbasis lingkungan. Siswa tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik dalam suasana nyata,” terang Evi.
Skema kerja sama yang dibangun meliputi magang industri, pelatihan bersama, kunjungan lapangan, penyelarasan kurikulum, hingga kehadiran guru tamu dari kalangan profesional.
Dengan pendekatan itu, siswa memperoleh pengalaman otentik dan wawasan industri sejak dini.
Tak berhenti di sektor industri, SMKN Tulakan juga menggandeng masyarakat sekitar sebagai mitra pembelajaran.
Lingkungan hidup dan sumber daya alam lokal menjadi bagian dari proses belajar yang menyenangkan dan membentuk karakter.
“Belajar di alam memperkuat kepekaan sosial siswa,” pungkasnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto