Jawa Pos Radar Pacitan – SD Alam Pacitan terus menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan ramah lingkungan.
Terbaru, sekolah tersebut resmi meluncurkan sistem digital STAR Education (Sustainable Technology for Education).
Inovasi ini menjadi langkah nyata untuk mengurangi penggunaan kertas sekaligus mempermudah layanan pendidikan bagi guru, siswa, dan orang tua.
Kepala SD Alam Pacitan Bangun Naruttama menyebut STAR Education lahir dari keprihatinan terhadap penggunaan kertas berlebih di lingkungan sekolah.
’’Kami ingin mendukung SDGs melalui upaya konkret. STAR adalah bentuk integrasi teknologi untuk pendidikan yang lebih efisien dan berkelanjutan,’’ terangnya.
STAR dikembangkan bersama platform SIDIGS (Sistem Informasi Digital Sekolah).
Sistem ini menyediakan fitur seperti modul pembelajaran, latihan soal, presensi, penilaian, pembayaran kantin, hingga catatan harian siswa.
Siswa dapat mengakses jadwal, media pembelajaran, diskusi, nilai, dan informasi lainnya secara daring.
Orang tua pun terlibat aktif lewat fitur pemantauan kehadiran, perizinan, keuangan, dan tagihan sekolah.
’’Kami juga meluncurkan smart card untuk seluruh siswa agar semua layanan bisa diakses secara praktis,’’ lanjut Bangun.
Penerapan STAR Education terbukti efektif. Penggunaan kertas turun signifikan, pembelajaran jadi lebih fleksibel, dan keterlibatan orang tua semakin meningkat.
’’Dampaknya sangat terasa. Biaya operasional menurun, pembelajaran inklusif, dan orang tua lebih mudah memantau perkembangan anak,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Hengky Ristanto