Jawa Pos Radar Pacitan – Bangunan penahan air (dam) Ndondong di RT 21 RW 08, Dusun Tulakan, Desa Mlati, Kecamatan Arjosari, ambrol tiba-tiba pada Minggu (6/7) sekitar pukul 14.00.
Tidak ada hujan atau bencana sebelumnya yang memicu keruntuhan sepanjang 100 meter dengan tinggi sekitar 10 meter itu.
Kapolsek Arjosari Ipda Ferry Ardyanto menyebut usia konstruksi yang sudah tua menjadi penyebab utama kerusakan.
’’Bangunan itu didirikan sejak 1995, jadi kemungkinan sudah rapuh,’’ jelasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Warga sempat mendengar suara runtuhan keras dari arah dam, lalu melaporkan kejadian ke perangkat desa dan polisi.
Petugas kepolisian dan pemerintah desa langsung menuju lokasi untuk mengecek dan memasang garis polisi.
’’Kerusakan cukup signifikan, dan masih kami hitung bersama BPBD,’’ imbuh Ferry.
Sementara itu, jalan setapak di sekitar dam ditutup sementara guna mencegah kecelakaan. Aliran air ke lahan pertanian warga juga diperkirakan terganggu.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. ’’Terutama saat curah hujan tinggi,’’ tandas Ferry. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto