Jawa Pos Radar Pacitan – Semarak Festival Ronthek Pacitan 2025 baru saja usai, namun geliat seni dan budaya di Bumi 1001 Goa belum reda.
Kini, Pemkab Pacitan mulai bersiap menyambut hajatan budaya berikutnya: Rawat Jagat.
Berbeda dari sebelumnya, tahun ini penyelenggaraan Rawat Jagat mengusung semangat kemandirian penuh—tanpa mengandalkan dana dari APBD.
Kabid Kebudayaan Disparbudpora Pacitan, Sukanto, menyampaikan bahwa agenda Rawat Jagat dijadwalkan berlangsung antara Agustus hingga November.
Penyesuaian jadwal ini dilakukan agar tidak berbenturan dengan agenda daerah lain yang sudah padat pada paruh kedua tahun ini.
“Untuk tahun ini, anggaran murni dari sponsor swasta dan kementerian, tidak menggunakan APBD sesuai instruksi Pak Bupati,” jelas Sukanto, Jumat (11/7).
Di sisi lain, Kepala Disparbudpora Pacitan, Turmudi, mengungkapkan bahwa inisiatif penyelenggaraan sudah lebih dulu datang dari komunitas seni dan yayasan budaya.
Proposal kegiatan juga telah diajukan, sehingga keberlanjutan Rawat Jagat tetap terjaga sebagai salah satu ikon festival di Pacitan.
“Kami pastikan Rawat Jagat tidak sampai terhenti. Kolaborasi dengan komunitas terus kami dorong agar festival ini terus hidup setiap tahun,” tegasnya.
Mengusung konsep festival budaya, Rawat Jagat tahun ini dirancang menjadi ruang dialog kreatif antara tradisi lokal Pacitan dan seni kontemporer.
Tidak sekadar menghidupkan ekosistem kebudayaan, acara ini juga membawa misi pelestarian lingkungan, edukasi masyarakat, serta memberi peluang promosi yang luas bagi pelaku UMKM. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto