Jawa Pos Radar Pacitan – Efisiensi anggaran membuat perputaran ekonomi sektor infrastruktur di Pacitan melambat.
Dampaknya, banyak kontraktor dan tukang bangunan menganggur lantaran proyek pemerintah yang dilelang tahun ini sangat minim.
Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Setda Pacitan Sigit Prabowo menyebut, jumlah paket proyek yang dilelang melalui tender hanya 9 paket.
Padahal tahun lalu mencapai 57 paket. “Tiga di Dinas Kesehatan, dua di RSUD, satu pembangunan gedung Inspektorat, sisanya tender dini sejak Desember,” ujar Sigit, Kamis (17/7).
Kondisi serupa terjadi pada proyek penunjukan langsung (PL).
Dari sekitar 200 paket pada 2024, tahun ini hanya 30 paket.
Sigit menyebut kebijakan efisiensi ini merupakan dampak dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja APBN dan APBD.
“Daerah hanya bisa menyesuaikan, tidak banyak ruang untuk menambah,” jelasnya.
Situasi diperparah dengan tidak adanya tambahan proyek dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun ini.
Hal itu sejalan dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak memaksakan proyek di akhir tahun yang berisiko mangkrak. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto