Jawa Pos Radar Pacitan – Aktivitas kegempaan di wilayah Pacitan meningkat tajam sepanjang Juli ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 64 kali gempa terjadi sejak 1 hingga 16 Juli.
Dalam sehari, gempa bisa terjadi tiga hingga empat kali.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menyebutkan, mayoritas gempa memiliki magnitudo antara 2 hingga 4 skala Richter dengan kedalaman 5 hingga 140 kilometer.
Hanya dua kejadian yang cukup dirasakan masyarakat, namun tidak menimbulkan kerusakan.
‘’Gempa-gempa ini berasal dari zona subduksi lempeng Indo-Australia di selatan Pacitan yang memang aktif,’’ jelas Erwin, Senin (21/7).
Menurut kajian seismologi, frekuensi gempa kecil yang tinggi justru dinilai sebagai pelepasan energi bertahap.
Hal itu bisa mengurangi potensi terjadinya gempa besar di masa mendatang.
Erwin memastikan belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat rangkaian gempa tersebut.
Namun, dia tetap mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti informasi hanya dari kanal resmi.
Masyarakat juga diminta memeriksa keamanan struktur bangunan tempat tinggal serta memahami jalur evakuasi jika terjadi bencana.
‘’Waspada boleh, tapi jangan panik,’’ tandas mantan Camat Tulakan itu. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto