Jawa Pos Radar Madiun - Pemdes Pandean, Kecamatan Karanganyar, resmi membuka Apotek Pandean Farma yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma).
Kehadiran apotek ini diharapkan mempermudah warga mendapatkan obat-obatan dengan harga terjangkau dan lokasi yang dekat dari rumah.
Kepala Desa Pandean Agus Wiyono mengatakan sebelumnya warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk membeli obat.
“Kegiatan ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan akses kesehatan dan pemberdayaan ekonomi khususnya di Pandean,” ujarnya.
Agus menegaskan unit usaha ini sepenuhnya dikelola BUMDesma, terpisah dari Koperasi Desa Merah Putih yang dicanangkan pusat.
Selain memenuhi kebutuhan farmasi, apotek ini diharapkan menjadi sumber pendapatan desa dan membuka lapangan kerja baru.
Dengan dukungan pemerintah dan potensi pasar desa, apotek ini juga dapat dikembangkan menjadi usaha lain yang terkait dengan layanan kesehatan.
Dalam persiapan pembukaan, BUMDesma memastikan keberadaan apoteker dan pengelola yang memahami obat-obatan. Lokasi apotek dipilih strategis dan mudah diakses.
“Manajemen operasional yang baik, pengelolaan stok, pelayanan pasien, dan pencatatan keuangan akan menjadi kunci keberhasilan,” kata Agus.
Camat Karanganyar, Ardiansyah, yang meresmikan pembukaan, menyebut apotek desa tak hanya menjual obat, tapi juga menjadi pusat informasi dan edukasi kesehatan.
“Dengan apotek ini, warga bisa mendapatkan obat legal dan informasi yang benar sehingga terhindar dari penyalahgunaan obat,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan apotek diharapkan menjadi bagian dari sistem kesehatan terpadu desa, membantu pemerataan akses kesehatan sekaligus gerakkan ekonomi lokal. (rio/naz/*)
Editor : Mizan Ahsani