Jawa Pos Radar Pacitan – Tahun ajaran 2024/2025 baru saja berakhir, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan mulai kebanjiran permohonan kartu kuning atau AK1.
Kabid Ketenagakerjaan Disdagnaker Pacitan, Supriyono, menyebut sejak Januari hingga Agustus 2025 tercatat sekitar 150 permohonan AK1.
Angka itu diprediksi terus bertambah hingga akhir tahun.
’’Mayoritas pemohon kartu kuning berasal dari lulusan baru SMA/SMK dan sederajat yang baru saja menyelesaikan studi,’’ jelasnya, Rabu (3/9).
Menurut Supriyono, tingginya permohonan kartu kuning dipengaruhi dorongan untuk segera bekerja sekaligus kebutuhan ekonomi keluarga.
’’Sektor yang banyak membuka lowongan antara lain perhotelan, perdagangan makanan dan eceran, hingga sektor informal di luar negeri,’’ tambahnya.
Sebagai informasi, pembuatan kartu kuning kini semakin mudah.
Pencari kerja dalam negeri bisa mengurus secara daring melalui portal Karirhub Kemnaker.
Selain itu, Pemkab Pacitan juga menyediakan layanan lewat aplikasi SI PELATUK yang mempermudah proses administrasi. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto