Jawa Pos Radar Pacitan – Laga puncak Soedirman Cup 2025 di Kecamatan Nawangan, Pacitan, berakhir ricuh, Minggu (7/9) dini hari.
Ribuan penonton meluapkan kekecewaan dengan merusak dan membakar fasilitas panitia usai pertandingan voli putra dihentikan wasit.
Kapolsek Nawangan, Iptu Yuyun Krisdiantoro, menjelaskan awalnya laga voli putri antara Badak Kulon dan Wikandi berlangsung aman hingga selesai.
Panitia kemudian menggelar pengundian hadiah sebelum pertandingan voli putra Restu Putra melawan KWK Gank dimulai sekitar pukul 00.00 WIB.
Namun, insiden terjadi pada set pertama ketika skor 8–6 untuk KWK Gank.
Wasit menghentikan laga untuk melakukan tinjauan VAR.
Proses yang memakan waktu lama memicu kekecewaan penonton.
’’Sejumlah penonton melempar botol air mineral ke lapangan. Suasana kian memanas hingga pertandingan terpaksa dihentikan,’’ terang Yuyun.
Kericuhan pun tak terelakkan. Massa yang diperkirakan mencapai 7.000 orang semakin emosi. Mereka membakar pamflet, kamera CCTV, lampu, hingga panggung utama.
Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. ’’Berdasarkan keterangan panitia, penonton juga merasa tertipu karena pemain nasional Rivan Nurmulki yang dijanjikan hadir di grand final ternyata tidak tampil,’’ tambahnya.
Massa baru mulai membubarkan diri sekitar pukul 02.45 WIB. Situasi berangsur kondusif pada Minggu pagi.
Aparat keamanan masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto