Jawa Pos Radar Pacitan – Kuota bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Pacitan bertambah.
Tahun ini total 539 unit, naik dari tahap I yang hanya 249 unit.
Kepala Disperkimtan Pacitan Heru Tunggul Widodo menyebut tambahan berasal dari alokasi 290 unit baru.
Bantuan menyasar rumah tidak layak huni (RTLH) dengan nilai Rp 20 juta per unit.
“Dialokasikan di enam kecamatan, yakni Donorojo, Punung, Pringkuku, Pacitan, Arjosari, dan Tulakan, mencakup 27 desa,” jelasnya, Selasa (16/9).
Saat ini disperkimtan tengah melakukan sosialisasi kepada calon penerima.
Tujuannya agar mekanisme penyaluran tepat sasaran.
“Rincian teknis dijelaskan kepada masyarakat supaya tidak salah pemahaman,” ujarnya.
Meski ada tambahan, kuota tahun ini jauh menurun dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2023 alokasi mencapai 1.990 unit, kemudian turun menjadi 1.271 unit pada 2024.
Padahal, catatan disperkimtan masih mencatat sekitar 13 ribu RTLH di Pacitan.
Heru berharap bantuan ini dapat memperbaiki rumah warga agar memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.
“Keberhasilan program diukur bukan hanya dari jumlah rumah yang direhabilitasi, tetapi juga dampak jangka panjang bagi kualitas hidup warga,” pungkasnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto