Jawa Pos Radar Pacitan – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pacitan melambat.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, triwulan I 2025 hanya tumbuh 3,75 persen year-on-year, anjlok dari 9,93 persen pada periode sama 2024.
Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi turun 0,76 persen dibanding triwulan IV 2024.
Ketua Tim Neraca Wilayah dan Analisis Statistik (Nerwilis) BPS Pacitan Budi Hartono mengatakan perlambatan dipicu faktor musiman pascapanen dan turunnya konsumsi masyarakat.
’’Produksi pertanian, terutama padi dan jagung, cenderung turun,’’ jelasnya dalam Sarasehan Literasi Statistik di Hotel Parai Teleng Ria, kemarin (24/9).
Struktur ekonomi Pacitan masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (26,11 persen).
Disusul perdagangan besar-eceran 18,25 persen, konstruksi 14,7 persen, industri pengolahan 7,71 persen, dan jasa lainnya.
Budi berharap pemerintah daerah mengambil langkah strategis.
’’Mulai dari menjaga daya beli masyarakat, memperkuat UMKM, mengoptimalkan potensi daerah, hingga percepatan investasi dan pembangunan infrastruktur. Pertumbuhan inklusif adalah kunci menuju masyarakat yang lebih sejahtera,’’ tegasnya. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto