Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan audisi Festival Dai Cilik 2025 Tingkat SMP/MTs resmi dimulai sejak Rabu (8/10).
Puluhan pendakwah muda dari wilayah Madiun tampil penuh percaya diri menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung audisi.
Pada Kamis (16/10), giliran peserta dari Kabupaten Pacitan yang berkesempatan unjuk kebolehan.
Setiap peserta diberi waktu lima menit untuk menyampaikan ceramah dengan pilihan lima tema yang telah disiapkan.
Proses penjurian dilakukan oleh tiga tokoh dari kalangan praktisi public speaking, media, dan Kementerian Agama (Kemenag).
Dari tahap audisi ini, akan dipilih 30 peserta terbaik yang berhak maju ke grand final.
Salah satu peserta yang menampilkan ceramah penuh makna adalah Aminando Wahyu Gilang Ramadhani, siswa SMPN 5 Ngadirojo Satu Atap Pacitan.
Ia membawakan tema “Menjadi Remaja Visioner dengan Inspirasi Kisah Nabi Muhammad di Usia Remaja”.
Melalui ceramahnya, Aminando mengajak generasi muda untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sebagai bekal menjadi pribadi visioner dan berprestasi.
Meski telah mempersiapkan diri dengan matang, Aminando mengaku sempat merasa gugup.
“Walaupun sudah saya siapkan, tapi ada juga beberapa kata yang saya kurangi karena gugup sih,” ungkapnya jujur.
Festival Dai Cilik 2025 tidak hanya menjadi ajang lomba dakwah, melainkan juga ruang pembinaan generasi muda untuk melatih mental, menumbuhkan kepercayaan diri, serta memperkuat nilai-nilai Islami.
Dengan adanya acara ini, diharapkan lahir dai cilik yang berakhlak mulia, berprestasi, dan mampu menginspirasi masyarakat.
Direktur Jawa Pos TV Madiun Ockta Prana mengapresiasi para peserta audisi Festival Dai Cilik Tingkat SMP/MTs sederajat asal Pacitan.
"Antusiasme para peserta audisi dari Pacitan begitu luar biasa, kami ucapakan terima kasih atas dukungan semua pihak," ujarnya.
Ockta Prana menambahkan, Festival Dai Cilik rutin digelar Jawa Pos Radar Madiun dan Jawa Pos TV Madiun.
Event ini menjadi ruang bagi talenta-talenta hebat dai/daiyah Pacitan agar lebih kompetitif mengasah bakatnya di bidang syiar agama.
"Semoga kelak dapat menjadi dai/daiyah hebat yang selalu istiqomah ke depannya," pesannya. (ghiska-mg-pnm/naz)
Editor : Mizan Ahsani