Jawa Pos Radar Pacitan – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 mendapat sorotan tajam dari sejumlah fraksi DPRD Pacitan.
Fraksi nonkoalisi menilai arah kebijakan fiskal pemkab belum menunjukkan keberanian menjawab persoalan masyarakat.
Juru bicara Fraksi Gabungan PKS–NasDem–PPP, Agus Setiyanto, menegaskan RAPBD harus disusun efisien, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan publik.
“Target PAD 2026 hanya naik 3,03 persen dari tahun sebelumnya. Ini kurang menunjukkan upaya kreatif menggali potensi daerah,” ujarnya dalam sidang paripurna, kemarin (20/10).
Fraksi gabungan juga menyoroti penurunan dana transfer daerah sebesar Rp 102 miliar dan turunnya belanja modal infrastruktur hingga 34,83 persen.
Mereka mengingatkan agar efisiensi tidak mengganggu layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perbaikan jalan.
Selain isu fiskal, fraksi tersebut mendorong pengembangan kawasan Gunung Limo dan Pacitan Timur sebagai prioritas pengembangan pariwisata daerah tahun depan.
Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Golkar Sri Widowati menegaskan perlunya penyesuaian struktur belanja oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Anggaran wajib dan layanan publik harus tetap jadi prioritas utama,” ujarnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto