Jawa Pos Radar Pacitan – Pemkab Pacitan harus melakukan penyesuaian besar terhadap program dan kegiatan tahun anggaran 2026.
Langkah ini diambil setelah pemerintah pusat memangkas Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp99 miliar dibanding tahun sebelumnya.
Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah menegaskan, pemkab perlu menyiapkan strategi penguatan kemandirian fiskal agar kegiatan pembangunan tetap berjalan.
“Kami perlu meningkatkan PAD, mengoptimalkan pajak, serta memanfaatkan aset nonproduktif. Kami juga tetap membuka peluang pembiayaan dari pemprov maupun kementerian,” ujarnya, Selasa (21/10).
Menurut Gagarin, alokasi anggaran 2026 akan difokuskan pada sektor prioritas sesuai RPJMD, khususnya infrastruktur jalan dan jembatan.
“Belanja hibah dan program tambahan hanya bisa dilakukan setelah urusan wajib dan pilihan utama terpenuhi,” tegasnya.
Kendati dilakukan efisiensi, pemkab memastikan pembangunan konektivitas antarwilayah tetap terjaga.
“Tidak menutup kemungkinan ada program yang dipangkas atau digeser untuk memperkuat kegiatan yang benar-benar prioritas,” tambahnya.
Data menunjukkan, anggaran infrastruktur jalan tahun depan turun dari Rp89 miliar menjadi Rp58 miliar, atau berkurang Rp31 miliar.
Meski demikian, pemkab berkomitmen mencari dukungan program dari kementerian dan pemprov agar sektor strategis tetap berjalan.
“Kami terus berikhtiar agar konektivitas jalan kabupaten tetap terjaga,” pungkas Gagarin. (hyo/her)
Editor : Hengky Ristanto