Jawa Pos Radar Pacitan – Kesehatan mental warga Pacitan kini jadi perhatian serius. Catatan RSUD dr Darsono menunjukkan lonjakan kunjungan pasien ke poli jiwa.
Sejak 2024 hingga pertengahan Oktober 2025, tercatat 7.528 pasien datang untuk mendapatkan layanan kesehatan mental.
“Pada 2024 ada 4.120 pasien, sedangkan hingga Oktober 2025 sudah 3.408 pasien,” ujar Direktur RSUD dr Darsono Johan Tri Putranto, Senin (27/10).
Johan menjelaskan, peningkatan kunjungan mencapai 10–20 persen sepanjang 2025.
Fenomena ini tak hanya melanda usia produktif, namun juga remaja.
“Mayoritas kasus gangguan kecemasan umum, disusul skizofrenia paranoid,” paparnya.
Selain itu, depresi, bipolar, hingga psikosis berat juga banyak ditemukan.
Menurutnya, penyebab gangguan mental bersifat multidimensi.
“Faktor utama antara lain tekanan ekonomi, konflik keluarga, persoalan percintaan, dan turbulensi sosial yang memicu kecemasan,” imbuhnya.
Psikolog Klinis RSUD dr Darsono Ni Made Diyah Rinawardani menilai, lemahnya peran keluarga turut memperburuk kondisi pasien.
Banyak penderita datang bukan semata karena sakit, melainkan karena kurang perhatian dan tidak memiliki tempat bercerita.
“Anak-anak pun rentan jika pola asuh orang tua salah dan hubungan emosional tidak terbangun,” ujarnya. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto